Jasad 5 teroris Bali di auptopsi
Selasa, 20 Maret 2012 - 14:14 WIB
Jasad 5 teroris Bali di auptopsi
A
A
A
Sindonews.com - Polri mengautopsi lima jenazah teroris Bali yang tiba di Rumah Sakit Polri pukul 22.00 WIB, Senin (19/3). Pada proses autopsi ini, Polri juga akan mengambil contoh DNA dari kelimanya.
"Hari ini dimulai pelaksanaan autopsi lima jenazah ini. Rencananya, kita akan mengambilkan tes DNA kepada pihak keluarga bila mana ada yang akan mengambil jenazah yang bersangkutan ini," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/3).
Sampai saat ini belum ada keluarga yang mengaku sebagai sanak saudara kelimanya. Jika ada warga yang datang dan mengaku sebagai keluarga kelima tersangka terorisme itu, polisi akan mengambil contoh DNA dan memeriksa data pembanding yang dimiliki keluarga. Setelah cocok, polisi akan menyerahkan jenazah guna pemakaman.
Saud menerangkan dari lima jasad ini, baru empat jasad yang kita ketahui identitasnya. Data diri tersebut diperoleh dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang melekat di tubuh jasad. Namun demikian, kata Saud, data-data tersebut masih harus dipastikan lagi lewat tes DNA guna mencocokkan dengan keluarga sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.
Sayangnya, Saud enggan mengungkapkan identitas mengenai keempat orang tersbut lebih rinci. "Ini masih bagian daripada penyidikan, jadi belum bisa kita sampaikan," kilah Saud.
Sebelumnya diberitakan 5 orang yang diduga pelaku teroris berhasil diamankan di bali. Dalam penyergapan polis sempat melepaskan tembakan guna melumpuhkan para pelaku. Akibat tembakan tersebut, kelimanya mati di tempat. (wbs)
"Hari ini dimulai pelaksanaan autopsi lima jenazah ini. Rencananya, kita akan mengambilkan tes DNA kepada pihak keluarga bila mana ada yang akan mengambil jenazah yang bersangkutan ini," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/3).
Sampai saat ini belum ada keluarga yang mengaku sebagai sanak saudara kelimanya. Jika ada warga yang datang dan mengaku sebagai keluarga kelima tersangka terorisme itu, polisi akan mengambil contoh DNA dan memeriksa data pembanding yang dimiliki keluarga. Setelah cocok, polisi akan menyerahkan jenazah guna pemakaman.
Saud menerangkan dari lima jasad ini, baru empat jasad yang kita ketahui identitasnya. Data diri tersebut diperoleh dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang melekat di tubuh jasad. Namun demikian, kata Saud, data-data tersebut masih harus dipastikan lagi lewat tes DNA guna mencocokkan dengan keluarga sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.
Sayangnya, Saud enggan mengungkapkan identitas mengenai keempat orang tersbut lebih rinci. "Ini masih bagian daripada penyidikan, jadi belum bisa kita sampaikan," kilah Saud.
Sebelumnya diberitakan 5 orang yang diduga pelaku teroris berhasil diamankan di bali. Dalam penyergapan polis sempat melepaskan tembakan guna melumpuhkan para pelaku. Akibat tembakan tersebut, kelimanya mati di tempat. (wbs)
()