Jadi ketua KPK, Abraham tak aktifkan HP

Jum'at, 16 Maret 2012 - 09:51 WIB
Jadi ketua KPK, Abraham...
Jadi ketua KPK, Abraham tak aktifkan HP
A A A
Sindonews.com - Ada apa dengan keamanan Ketua KPK Abraham Samad saat ini di KPK, sampai-sampai pria kelahiran Sulawesi Selatan tersebut merasa tidak berani untuk mengaktifkan telepon selulernya?

Padahal, selama ini Abraham terkenal nekat dalam melakukan tindakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, kini pria yang identik dengan kumis serta jambang berwarna hitam pekat tersebut mengatakan dirinya sengaja untuk tidak mengaktifkan teleponnya untuk beberapa waktu ini.

"Mohon maaf ya dik, saya sengaja tidak mengaktifkan telepon saya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," jawab Abraham ketika dikonfirmasi wartawan yang mengeluh susah untuk menghubungi ketua KPK tersebut saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK, Kamis 15 Maret 2012 kemarin.

Namun, Abraham enggan memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai apa yang dikhawatirkannya bila dirinya menerima telepon dari wartawan maupun pihak lain yang berusaha menghubungi dia. Mudah mudahan saja, Abraham Samad tetap mempertahankan tekadnya untuk memberantas tindakan korupsi, sesuai dengan janjinya meskipun harus merelakan nyawanya melayang.

"Percayalah, nyawa pun saya pertaruhkan untuk memberantas korupsi," tegas Abraham. (wbs)
()
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved