DPR berencana beli meubelair senilai Rp5,1 M
Kamis, 15 Maret 2012 - 17:45 WIB
DPR berencana beli meubelair senilai Rp5,1 M
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menghambur-hamburkan uang rakyat lagi. Menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 April 2012 dan Tarif Dasar Listrik (TDL), mereka malah berencana membeli meubelair senilai Rp1,5 miliar.
"Pengadaan meubelair DPR dilihat dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2012, yang berlabel "RAHASIA", dimana DPR akan melakukan pengadaan meubelair sebesar Rp5,1 miliar pada tahun 2012 ini," ujar Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Lanjutnya, DPR seharusnya melakukan penghematan, tidak belanja meubel setiap tahun. Karena meubel yang ada di DPR saat ini masih bisa digunakan. Seharusnya, DPR lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat yang selama ini kurang diperhatikan.
"Bagi FITRA, pengadaan meubelair ini sangat ironi, dimana gedung DPR diakomodasi fasilitasnya agar bisa bermegah-megah sendiri, rakyat yang seharusnya diperjuangkan aspirasi kesejahteraannya, malah diterlantarkan oleh wakilnya sendiri," terangnya.
Menurut FITRA, seharusnya DPR lebih fokus memikirkan rakyat nasib rakyat kecil pasalnya masyarakat masih mengalami permasalahan hidup terutama persoalan ekonomi.
"Dengan adanya pengadaan meubelair ini, kami dari seknas FITRA meminta anggota dewan yang masih punya rasa simpati dan kepedulian bagi rakyat miskin untuk membatalkan pengadaan meubelair ini," tandasnya. (san)
"Pengadaan meubelair DPR dilihat dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2012, yang berlabel "RAHASIA", dimana DPR akan melakukan pengadaan meubelair sebesar Rp5,1 miliar pada tahun 2012 ini," ujar Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Lanjutnya, DPR seharusnya melakukan penghematan, tidak belanja meubel setiap tahun. Karena meubel yang ada di DPR saat ini masih bisa digunakan. Seharusnya, DPR lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat yang selama ini kurang diperhatikan.
"Bagi FITRA, pengadaan meubelair ini sangat ironi, dimana gedung DPR diakomodasi fasilitasnya agar bisa bermegah-megah sendiri, rakyat yang seharusnya diperjuangkan aspirasi kesejahteraannya, malah diterlantarkan oleh wakilnya sendiri," terangnya.
Menurut FITRA, seharusnya DPR lebih fokus memikirkan rakyat nasib rakyat kecil pasalnya masyarakat masih mengalami permasalahan hidup terutama persoalan ekonomi.
"Dengan adanya pengadaan meubelair ini, kami dari seknas FITRA meminta anggota dewan yang masih punya rasa simpati dan kepedulian bagi rakyat miskin untuk membatalkan pengadaan meubelair ini," tandasnya. (san)
()