Benny sempat ditolak pimpin RDP

Selasa, 28 Februari 2012 - 08:27 WIB
Benny sempat ditolak...
Benny sempat ditolak pimpin RDP
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi III DPR Benny K Harman sempat ditolak memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan KPK untuk menghindari konflik kepentingan.

Alasannya, Benny akan dipanggil menjadi saksi dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang. Namun setelah menjamin dirinya akan netral, rapat itu dilanjutkan. Penolakan itu awalnya datang dari anggota Komisi III Sayed Muhammad Muliady.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini untuk menghindari conflict of interest. "Saya membaca di salah satu media cetak dinyatakan pimpinan akan menjadi saksi dalam kasus Wisma Atlet. Untuk menghindari conflict of interest sebaiknya hari ini (kemarin) tidak memimpin sidang," kata Sayed, saat rapat komisi hukum itu dibuka di Gedung DPR, kemarin.

Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan secara pribadi tak merasa keberatan apabila Benny tetap ingin memimpin rapat. "Usulan Sayed perlu dipertimbangkan. Tapi menurut saya kalau Benny ingin memimpin rapat, silakan," kata dia.

Akhirnya, untuk mengakhiri perdebatan dan demi segera bisa memulai rapat, Benny mengatakan soal status dia menjadi saksi atau tidak biarlah menjadi urusan pengadilan, bukan DPR. (san)
()
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Inggris-Prancis Siap...
Inggris-Prancis Siap Pimpin Koalisi Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved