Timsel umumkan calon anggota KPU dan Bawaslu ke SBY

Senin, 27 Februari 2012 - 19:05 WIB
Timsel umumkan calon...
Timsel umumkan calon anggota KPU dan Bawaslu ke SBY
A A A
Sindonews.com - Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan laporan nama-nama bakal calon anggota KPU dan Bawaslu ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sore ini, di Istana Bogor, Jawa Barat.

Anggota Timsel Ramlan Surbekti menyebutkan 14 nama calon anggota KPU tersebut di antaranya adalah Arief Budiman, Ari Darmastuti, Enny Nurbaningsih, Evie Ariadne Shinta Dewi, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Navis Gumay, Hasyim Asy'ari, Husni Kamil Manik, Ida Budhiati, Juri Ardiantoro, Mohammad Adhy Syahputra Aman, Mohammad Najib, Sigit Pamungkas dan Zainal Abidin.

Sementara, nama calon anggota Bawaslu yaitu Daniel Zuchron, Endang Wihdatiningtyas, Luky Djuniardi Djani, Muhammad, Nasrullah, Nelson Simanjuntak, Pramono Ubaid Tantowi, Razaki Persada, Refly Harun, dan Sunny Ummul Firdaus.

Menurut Ketua Timsel Gamawan Fauzi, diharapkan dalam waktu satu minggu Presiden akan mengirim secara resmi nama-nama bakal calon tersebut ke DPR.
"Berdasarkan undang-undang, 30 hari DPR harus sudah tetapkan nama," tutur Menteri Dalam Negeri ini menjelaskan kepada wartawan, Senin (27/2/2012).

Gamawan menjelaskan, dari total 14 bakal calon anggota KPU nantinya DPR akan memilih sebanyak tujuh orang. Sementara untuk Bawaslu dari total 10 bakal calon akan dipilih lima orang.

Kata Gamawan, pada 1 April diharapkan para calon tersebut sudah mulai bekerja. Hal itu karena dua tahun sebelum pemilihan umum (pemilu) anggota penyelenggara pemilu sudah harus ditentukan.

"Kita berharap tanggal 1 April sudah. Dua tahun sebelum pemilu. Paling lambat 31 Maret DPR sudah tentukan siapa. Sehingga, mereka April efektif bekerja dua tahun sebelum pemilu," paparnya.

Gamawan berharap nama-nama bakal calon tersebut tidak ditolak oleh DPR. Terkait proses politik di DPR yang dikhawatirkan akan adanya politik uang. Gamawan berharap media yang mengontrolnya.

"Medialah yang mengontrolnya nanti. Kita juga berharap DPR seperti itu mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan yang lain. Saya kira masyarakat juga berharap seperti itu," tutupnya.(azh)
()
Berita Terkini
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved