Kapolri: FPI itu urusan pemerintah

Kamis, 16 Februari 2012 - 19:02 WIB
Kapolri: FPI itu urusan...
Kapolri: FPI itu urusan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Pasca penolakan Dewan Adat Dayak (DAD) terhadap sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berbuntut wacana pembubaran organisasi massa tersebut. Bahkan sebuah gerakan yang mengatasnamakan gerakan Indonesia Tanpa FPI di Bundaran HI, Jakarta Pusat, mendukung wacana tersebut.

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan, pembubaran FPI bukanlah ranah institusinya. Pihaknya hanya akan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Semua ada ketentuannya, apa yang menjadi keputusan UU kita lakukan. Artinya kita mengurusi pidana, pelanggaran, tapi itukan wewenangnya pemerintah," tutur Timur menanggapi pertanyaan wartawan tentang pembubaran FPI di Gedung DPR, Jakarta Kamis, (16/2/2012).

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal (Pol) Saud Usman Nasution secara tegas mengatakan, pembubaran FPI tidak berada di tangan kepolisian.

"Ini kan organisasi kemasyarakatan, di mana untuk pengendalian dan juga pembinaannya ada di Departemen Dalam Negeri. Kita mendorong Departemen Dalam Negeri untuk memberikan arahan atau pemahaman kepada ormas ini untuk bertindak secara benar," pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved