Lima temuan BK terkait renovasi ruang Banggar

Selasa, 07 Februari 2012 - 18:05 WIB
Lima temuan BK terkait...
Lima temuan BK terkait renovasi ruang Banggar
A A A
Sindonews.com - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menemukan lima bukti renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) yang dinilai menyalahi aturan.

Pertama, adanya indikasi pelanggaran prosedur dalam proyek renovasi ruang Banggar tersebut. Dalam hal ini, pihak Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR merasa ditinggalkan dalam proses proyek renovasi tersebut, karena Sekjen langsung berkoordinasi dengan pimpinan Banggar.

"Dengan demikian, dapat dilakukan penyelidikan lebih mendalam lagi mengenai temuan tersebut," ujar Ketua BK M Prakosa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Kedua, adanya indikasi ketidakpatutan biaya renovasi yang tidak wajar mengakibatkan pengadaan barang dan jasa tidak efisien dan efektif, tidak terbuka serta tidak akuntabel, yang menyebabkan kredibilats DPR RI runtuh.

Bahkan, kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, disinyalir adanya nilai plafon yang sudah bocor kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pengadaan proyek.

"Dalam aturan teknologi itu, harus disusun oleh konsultan perencana. Kita mendapat kemungkinan indikasi bahwa konsultan perencana ini sudah mendapatkan (bocoran plafon), kemungkinan ada dana yang cukup besar maka dibuat suatu spesifikasi yang cukup tinggi," terangnya.

Ketiga, dalam proyek renovasi ruang Banggar mayoritas menggunakan produk import tersebut, tidak menggunakan produk dalam negeri. "Pengadaan renovasi ruang Banggar yang mayoritas menggunakan produk impor adalah suatu bentuk pelanggaran atas kepatutan dan kewajaran yang berlaku dalam masyarakat," jelasnya.

Ditambahkan, dalam peraturan Inpres, barang-barang yang digunakan harus menggunakan produk dalam negeri. Keempat, adanya diskriminatif terhadap alat kelengkapan DPR, terutama panitia khusus (AKD). Dalam hal ini, Banggar dalam pengadaan ruang dan fasilitas infrastruktur salah satu bentuk diskriminasi terhadap AKD yang lain.

kelima, ruang Banggar tidak fungsional yang menyebabkan membengkaknya pembiayaan renovasi ruang Banggar. "BK telah meminta kepada auditor eksternal maupun internal agar melakukan audit terhadap proyek pengadaan renovasi ruang Banggar," tutupnya. (san)
()
Berita Terkini
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved