Bagir: Ketua MA baru harus berintegritas
Senin, 06 Februari 2012 - 21:43 WIB
Bagir: Ketua MA baru harus berintegritas
A
A
A
Sindonews.com – Mahkamah Agung (MA) akan kembali melakukan pemilihan ketuanya pada Rabu 8 Februari mendatang. Dalam pemilihan tersebut, mantan Ketua MA Bagir Manan berharap ketua yang terpilih nanti merupakan tokoh yang terbaik.
“Harapan saya agar mereka memilih yang terbaik, saya kan sudah enggak pernah ikut-ikutan lagi,” ujar Bagir usai berkunjung ke Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Bagir tidak mempermasalahkan latar belakang calon Ketua MA, apakah harus karier atau non-karier. Menurut dia yang terpenting, Ketua MA selanjutnya haruslah tokoh yang terbaik. “Cari yang terbaik. Tapi kan saya dulu nonkarier,” pungkasnya.
Saat ini, menurutnya, sosok ketua MA yang dibutuhkan adalah sosok yang memiliki kecerdasaan dan integritas terhadap penegakan hukum. Penegakan hukum, lanjutnya, tak bisa terlepas dari lingkungan sekitarnya. Tak melulu dipengaruhi hukum saja, namun juga dipengaruhi persoalan politik, sosial.
"Kita berharap ketua MA yang terbaik, the best one. Apa yang dimaksud the best one? Kecerdasannya, integritasnya, the best keterampilannya, tapi itu harapan. Kita juga harus realistis, tidak selalu harus semua dipenuhi baru ada,” jelasnya.
Menurut dia, kecerdasan dapat disokong bersama-sama namun, integritas sangatlah penting bagi calon Ketua MA sekarang. “Tapi kalau Anda nanya, Pak Bagir milih orang cerdas apa orang berintegritas, kita butuh orang integritas. Kalau kecerdasan kan kita bisa gotong royong,” imbuhnya.
“Sebenarnya perbaikan birokrasi organisasi fasilitas dan sebagainya sudah dilakukan. Cuma saya selalu berpendapat, penegakan hukum di Indonesia itu bukan hanya soal hukum, tapi ada juga ada persoalan politik, persoalan sosial yang mempengaruhi semua itu. Karena itu, upaya kita memperbaiki penegakan hukum itu nggak bisa dilepaskan dari lingkungan itu.
“Harapan saya agar mereka memilih yang terbaik, saya kan sudah enggak pernah ikut-ikutan lagi,” ujar Bagir usai berkunjung ke Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Bagir tidak mempermasalahkan latar belakang calon Ketua MA, apakah harus karier atau non-karier. Menurut dia yang terpenting, Ketua MA selanjutnya haruslah tokoh yang terbaik. “Cari yang terbaik. Tapi kan saya dulu nonkarier,” pungkasnya.
Saat ini, menurutnya, sosok ketua MA yang dibutuhkan adalah sosok yang memiliki kecerdasaan dan integritas terhadap penegakan hukum. Penegakan hukum, lanjutnya, tak bisa terlepas dari lingkungan sekitarnya. Tak melulu dipengaruhi hukum saja, namun juga dipengaruhi persoalan politik, sosial.
"Kita berharap ketua MA yang terbaik, the best one. Apa yang dimaksud the best one? Kecerdasannya, integritasnya, the best keterampilannya, tapi itu harapan. Kita juga harus realistis, tidak selalu harus semua dipenuhi baru ada,” jelasnya.
Menurut dia, kecerdasan dapat disokong bersama-sama namun, integritas sangatlah penting bagi calon Ketua MA sekarang. “Tapi kalau Anda nanya, Pak Bagir milih orang cerdas apa orang berintegritas, kita butuh orang integritas. Kalau kecerdasan kan kita bisa gotong royong,” imbuhnya.
“Sebenarnya perbaikan birokrasi organisasi fasilitas dan sebagainya sudah dilakukan. Cuma saya selalu berpendapat, penegakan hukum di Indonesia itu bukan hanya soal hukum, tapi ada juga ada persoalan politik, persoalan sosial yang mempengaruhi semua itu. Karena itu, upaya kita memperbaiki penegakan hukum itu nggak bisa dilepaskan dari lingkungan itu.
()