Selama ada SBY, Demokrat tak mungkin hancur
Jum'at, 03 Februari 2012 - 10:28 WIB
Selama ada SBY, Demokrat tak mungkin hancur
A
A
A
Sindonews.com - Isu perpecahan di tubuh Partai Demokrat sudah sangat menyeruak semenjak kasus korupsi Wisman Atlet oleh M.Nazaruddin. Untuk mendinginkan suasana yang terlanjur panas, semua itu dikembalikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai tokoh yang membesarkan partai pemenang pemilu 2009 lalu.
Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, hanya SBY sajalah yang mampu merekatkan kembali kader Partai Demokrat yang sedang goyah.
"Saya mohon kepada seluruh kader-kader apapun nanti putuskan oleh dewan pembina, oleh dewan kehormatan, oleh majelis tinggi sebagai lembaga berwenang siap mengamankannya dan harus mendukungnya. Jangan coba-coba ngebalelo," tuturnya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Menurutnya, Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu memang karena sosok karismatik SBY, bukan karena Anas atau tokoh-tokoh lainnya di tubuh partai biru tersebut.
"Kita harus jujur, partai ini menang karena Pak SBY jadi itu," ungkapnya.
Ruhut menuturkan, kondisi atau kabar saat ini, bahwa kader-kader Partai Demokrat terseret kasus Wisma Atlet seolah-olah akan ada perpecahan dan hancurnya Partai Demokrat.
"Sebenarnya tidak ada. Selama Pak SBY bersama Demokrat, hancur dan pecah itu tak mungkin" ungkapnya.
Dia menambahkan, kasus ini memberi pelajaran tentang bahaya korupsi kepada kader-kader partai. Menurutnya, Partai Demokrat harus bangga kepada SBY, walaupun keadaannya mengkhawatirkan, partai ini masih stabil. Namun, masa depan partai kali ini semua dikembalikan ke Anas.
"Anas sebagai Ketua artai, beda dengan Nazaruddin. Disitulah saya mohon Anas legowo, saya tidak mau itu dilakukan tapi dari dialah kader merujuk pada AD/ART," pungkasnya. (wbs)
Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, hanya SBY sajalah yang mampu merekatkan kembali kader Partai Demokrat yang sedang goyah.
"Saya mohon kepada seluruh kader-kader apapun nanti putuskan oleh dewan pembina, oleh dewan kehormatan, oleh majelis tinggi sebagai lembaga berwenang siap mengamankannya dan harus mendukungnya. Jangan coba-coba ngebalelo," tuturnya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Menurutnya, Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu memang karena sosok karismatik SBY, bukan karena Anas atau tokoh-tokoh lainnya di tubuh partai biru tersebut.
"Kita harus jujur, partai ini menang karena Pak SBY jadi itu," ungkapnya.
Ruhut menuturkan, kondisi atau kabar saat ini, bahwa kader-kader Partai Demokrat terseret kasus Wisma Atlet seolah-olah akan ada perpecahan dan hancurnya Partai Demokrat.
"Sebenarnya tidak ada. Selama Pak SBY bersama Demokrat, hancur dan pecah itu tak mungkin" ungkapnya.
Dia menambahkan, kasus ini memberi pelajaran tentang bahaya korupsi kepada kader-kader partai. Menurutnya, Partai Demokrat harus bangga kepada SBY, walaupun keadaannya mengkhawatirkan, partai ini masih stabil. Namun, masa depan partai kali ini semua dikembalikan ke Anas.
"Anas sebagai Ketua artai, beda dengan Nazaruddin. Disitulah saya mohon Anas legowo, saya tidak mau itu dilakukan tapi dari dialah kader merujuk pada AD/ART," pungkasnya. (wbs)
()