Kader Demokrat yang koruptor cuma kutu kupret
Rabu, 01 Februari 2012 - 15:57 WIB
Kader Demokrat yang koruptor cuma kutu kupret
A
A
A
Sindonews.com - Benih-benih perpecahan Partai Demokrat (PD) sebenarnya semakin kentara, walaupun beberapa kader PD membantahnya, terkait kasus wisma atlet dugaan korupsi pun mengalir ke Partai Demokrat dan kader PD yang korupsi hanyalah sebagian kecil.
Anggota DPR RI Komisi III Ruhut Sitompul mengatakan, belakangan ini, PD seakan sedang dihantam badai. Betapa tidak, beberapa kadernya tersandung masalah korupsi. Alhasil masyarakat menilai Partai Demokrat diisi para koruptor.
"Ini Poltak (sambil menunjuk dirinya), bukan koruptor?," ujar Ruhut kepada wartawan seusai mengikuti rapat Komisi III dengan Kapolri di ruang rapat Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Dia menambahkan, kader Partai Demokrat yang disebut koruptor, hanyalah sebagian kecilnya saja, sehingga tidak bisa digeneralisir. "Yang koruptor kan cuma kutu-kutu kupret. Kalaupun ada koruptor, cuma hitungan jari. Partai lain, enggak bisa dihitung jari itu," ucapnya sambil tertawa.
Seperti diketahui, isu pelengseran Anas Urbaningrum dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat belakangan terus bergulir di publik. Disinyalir partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah mempersiapkan nama penggantinya. Sejumlah nama yang muncul kepublik antara lain, EE. Mangindaan dan Djoko Suyanto.
Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono membantah adanya nama pengganti Anas Urbaningrum yang disiapkan Dewan Pembina (Wanbin) PD.
"Itu dengar dari mana? Tidak ada. Silakan tanyakan langsung pada anggota dewan pembina. Sejauh ini DPD tidak ada informasi mengenai itu pergantian ataupun hal-hal yang lain," kata Ibas di Gedung DPR, Jakarta
Ibas menegaskan Anas saat ini masih menjabat sebagai Ketum PD. Partai, lanjut Ibas, tetap menunggu proses hukum terkait perkara suap Wisma Atlet SEA Games.
"Kami dari Demokrat justru malah mendorong melihat apapun proses hukum yang berjalan di KPK, pengadilan, akan kita dorong secara baik dan benar," pungkasnya. (wbs)
Anggota DPR RI Komisi III Ruhut Sitompul mengatakan, belakangan ini, PD seakan sedang dihantam badai. Betapa tidak, beberapa kadernya tersandung masalah korupsi. Alhasil masyarakat menilai Partai Demokrat diisi para koruptor.
"Ini Poltak (sambil menunjuk dirinya), bukan koruptor?," ujar Ruhut kepada wartawan seusai mengikuti rapat Komisi III dengan Kapolri di ruang rapat Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Dia menambahkan, kader Partai Demokrat yang disebut koruptor, hanyalah sebagian kecilnya saja, sehingga tidak bisa digeneralisir. "Yang koruptor kan cuma kutu-kutu kupret. Kalaupun ada koruptor, cuma hitungan jari. Partai lain, enggak bisa dihitung jari itu," ucapnya sambil tertawa.
Seperti diketahui, isu pelengseran Anas Urbaningrum dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat belakangan terus bergulir di publik. Disinyalir partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah mempersiapkan nama penggantinya. Sejumlah nama yang muncul kepublik antara lain, EE. Mangindaan dan Djoko Suyanto.
Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono membantah adanya nama pengganti Anas Urbaningrum yang disiapkan Dewan Pembina (Wanbin) PD.
"Itu dengar dari mana? Tidak ada. Silakan tanyakan langsung pada anggota dewan pembina. Sejauh ini DPD tidak ada informasi mengenai itu pergantian ataupun hal-hal yang lain," kata Ibas di Gedung DPR, Jakarta
Ibas menegaskan Anas saat ini masih menjabat sebagai Ketum PD. Partai, lanjut Ibas, tetap menunggu proses hukum terkait perkara suap Wisma Atlet SEA Games.
"Kami dari Demokrat justru malah mendorong melihat apapun proses hukum yang berjalan di KPK, pengadilan, akan kita dorong secara baik dan benar," pungkasnya. (wbs)
()