Ramadhan tolak keras minta maaf ke Ical
Selasa, 31 Januari 2012 - 15:27 WIB
Ramadhan tolak keras minta maaf ke Ical
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan tidak akan minta maaf dan mencabut pernyataannya, walaupun Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah melaporkannya Ramadhan Pohan ke Bareskrim Mabes Polri.
Ramadhan dilaporkan ke polisi karena pernah membuat pernyataan perusahaan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) yang di Bima itu sebagai mesin ATM Aburizal Bakrie atau Ical.
"Saya tidak akan minta maaf untuk menyampaikan suara rakyat yang seperti itu," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR RI, Selasa (31/1/2012).
Meski Ical merupakan orangtua, kata Ramadhan, bukan berarti dia harus hormat dan meminta maaf kalau menyinggung perasaan Ketua Umum Partai Golkar. "Tetapi sebagai politisi, saya mempertanggungjawabkan aspirasi rakyat atau suara rakyat yang saya sampaikan itu," ungkapnya.
Ramadhan mengaku, hanya bisa menunggu laporan tersebut. "Karena beliau (Ical) melaporkan, ya saya menunggu laporannya aja. Apa yang sudah terjadi. Menanggapi masalah ini, teman-teman Demokrat sudah mengambil ancang-ancang juga untuk merespon atau menyikapi hal ini," tuturnya.
Menurutnya, pernyataan yang telah dilontarkannya adalah berdasarkan laporan dari media. "Akan baik sekali, kalau laporan media itu dibalas dengan polemik laporan media juga. Wilayahnya di Dewan Pers," ucapnya.
Dia menambahkan, kalau ditaruh di wilayah hukum, kata dia, tidak ada yang bisa dilakukannya, selain merespon atau siap menghadapi serangan hukum yang dilakukan oleh Ical.
"Tetapi karena Ical bereaksi dengan 13 pengacaranya itu, berarti serius sekali," pungkasnya. (wbs)
Ramadhan dilaporkan ke polisi karena pernah membuat pernyataan perusahaan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) yang di Bima itu sebagai mesin ATM Aburizal Bakrie atau Ical.
"Saya tidak akan minta maaf untuk menyampaikan suara rakyat yang seperti itu," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR RI, Selasa (31/1/2012).
Meski Ical merupakan orangtua, kata Ramadhan, bukan berarti dia harus hormat dan meminta maaf kalau menyinggung perasaan Ketua Umum Partai Golkar. "Tetapi sebagai politisi, saya mempertanggungjawabkan aspirasi rakyat atau suara rakyat yang saya sampaikan itu," ungkapnya.
Ramadhan mengaku, hanya bisa menunggu laporan tersebut. "Karena beliau (Ical) melaporkan, ya saya menunggu laporannya aja. Apa yang sudah terjadi. Menanggapi masalah ini, teman-teman Demokrat sudah mengambil ancang-ancang juga untuk merespon atau menyikapi hal ini," tuturnya.
Menurutnya, pernyataan yang telah dilontarkannya adalah berdasarkan laporan dari media. "Akan baik sekali, kalau laporan media itu dibalas dengan polemik laporan media juga. Wilayahnya di Dewan Pers," ucapnya.
Dia menambahkan, kalau ditaruh di wilayah hukum, kata dia, tidak ada yang bisa dilakukannya, selain merespon atau siap menghadapi serangan hukum yang dilakukan oleh Ical.
"Tetapi karena Ical bereaksi dengan 13 pengacaranya itu, berarti serius sekali," pungkasnya. (wbs)
()