Komunitas Tionghoa kecewa kepemimpinan SBY

Sabtu, 21 Januari 2012 - 13:13 WIB
Komunitas Tionghoa kecewa...
Komunitas Tionghoa kecewa kepemimpinan SBY
A A A
Sindonews.com - Kekecewaan terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dirasakan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Seperti yang diungkapkan anggota Komunitas Glodok Orang Dekat Gus Dur, Hermawawi F Taslim misalnya.

"Negara gagal dalam melindungi rakyatnya, terutama dalam sejumlah peristiwa energisitas dan entitas," ujarnya dalam diskusi polemik "Imlek dan kiprah Tionghoa kini" di Warung Daun, Jalan Cikini Raya No.26, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).

Masyarakat keturunan Tionghoa, tambah Hermawawi, tidak melihat etnis tertentu dalam menentukan siapa pemimpin ke depan. "Warga Tionghoa memilih atau menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum itu tidak berdasarkan etnis," terangnya.

Lebih jauh, masyarakat Tionghoa juga mengaku kecewa dengan peran Partai Demokrat yang dinilai telah cacat. "Saya menduga pasti kekuatan pak SBY di Pilpres 2014 sangat jauh dari sekarang, karena kekecewaan orang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Dirinya pun menilai eksistensi Partai Demokrat di kancah Pilpres 2014 mendatang akan menurun drastis dari pemilihan sebelumnya.

"Kasus M Nazaruddin sangat berpengaruh terhadap dukungan Partai Demokrat. Tetapi secara pencitraan, saya ibaratkan orang akan lihat ternyata yang masuk penjara dia lagi, dia lagi, itu tak akan dipilih," ungkapnya.

Selama menjabat, kepemimpinan SBY dirasa sangat lemah dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal itu akan secara langsung berpengaruh terhadap esksistensinya.

"Etnis Toinghoa merasa kadang Presiden mengutamakan partainya ketimbang negara atau rakyatnya," Ujar Taslim.

Hermawawi mengatakan, kekecewaan etnis Tionghoa terhadap kepemimpinan SBY, patut diperhatikan oleh tiap tokoh yang akan memimpin negara Indonesia kedepannya. "Presiden itu selalu tidak tegas dan ragu-ragu terhadap hal yang tegas," ujar Taslim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sikap ketidak tegasan tersebut sangat berpengaruh terhadap eksistensi SBY sebagai pemimpin negara, dan sangat berpengaruh terhadap partai yang dipimpinnya.

"Pertanyaan untuk presiden kita, siapa sih yang nomor satu, rakyatnya apa partai demokratnya?," pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
Ini Alasan Banyak Tentara...
Ini Alasan Banyak Tentara Israel Mulai Kecewa Berperang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved