Tak masuk akal Rp20 M hanya untuk ruang rapat
Jum'at, 13 Januari 2012 - 11:15 WIB
Tak masuk akal Rp20 M hanya untuk ruang rapat
A
A
A
Sindonews.com - Renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, masih terus menjadi sorotan. Kritikan itu paling banyak justru datang dari anggota dewan sendiri.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa menilai renovasi menelan dana sebesar Rp20 miliar itu sesuatu yang tidak masuk akal. "Tidak masuk akal-lah, masa renvosi sebuah ruangan saja menghabiskan Rp 20 miliar," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jumat (13/1/2011).
Menurutnya, kurang pantas hanya untuk sebuah ruang rapat dibuat sedemikian mewah. Terlebih dalam rencana pembangunannya, tak ada satupun pihak DPR mengetahui.
"Tiba-tiba, bangunan sudah hampir jadi," ucapnya.
Jika benar kesetjenan DPR menyatakan renovasi itu atas permintaan Banggar, seharusnya semua anggota bisa melihat dari sejumlah rapat yang selama ini pernah digelar. Perlu atau tidaknya ruang Banggar itu direnovasi.
Seharusnya Setjen DPR harus lebih transparan terutama soal rincian dana yang habis digunakan untuk renovasi itu. "Jika Sekjen hendak melakukan proyek, bisa mengajak anggota atau pimpinan DPR untuk rapat, sehingga DPR bisa memberikan masukan apakah layak atau tidak renovasi itu direalisasikan," katanya.
Tapi, lanjutnya, selama ini frakasi DPR atau anggota DPR tak tahu rencana itu. (lin)
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa menilai renovasi menelan dana sebesar Rp20 miliar itu sesuatu yang tidak masuk akal. "Tidak masuk akal-lah, masa renvosi sebuah ruangan saja menghabiskan Rp 20 miliar," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jumat (13/1/2011).
Menurutnya, kurang pantas hanya untuk sebuah ruang rapat dibuat sedemikian mewah. Terlebih dalam rencana pembangunannya, tak ada satupun pihak DPR mengetahui.
"Tiba-tiba, bangunan sudah hampir jadi," ucapnya.
Jika benar kesetjenan DPR menyatakan renovasi itu atas permintaan Banggar, seharusnya semua anggota bisa melihat dari sejumlah rapat yang selama ini pernah digelar. Perlu atau tidaknya ruang Banggar itu direnovasi.
Seharusnya Setjen DPR harus lebih transparan terutama soal rincian dana yang habis digunakan untuk renovasi itu. "Jika Sekjen hendak melakukan proyek, bisa mengajak anggota atau pimpinan DPR untuk rapat, sehingga DPR bisa memberikan masukan apakah layak atau tidak renovasi itu direalisasikan," katanya.
Tapi, lanjutnya, selama ini frakasi DPR atau anggota DPR tak tahu rencana itu. (lin)
()