Marzuki akui citra Demokrat anjlok lantaran Nazaruddin
Senin, 09 Januari 2012 - 14:27 WIB
Marzuki akui citra Demokrat anjlok lantaran Nazaruddin
A
A
A
Sindonews.com - Penyelesaian kasus Wisma Atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bisa memulihkan citra partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semakin lama kasus tersebut berproses dan beropini, semakin menggerus popularitas partai tersebut.
Kondisi ini dimaklumi oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Bagaimanapun kasus yang berbau suap dan korupsi itu bernilai negatif. Tentu saja berimbas kepada partai yang menaunginya.
"Ya pastilah, yang namanya kasus negatif (citranya) turun. Mudah-mudahan nanti kalau sudah bersih, naik lagi," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Pada kesempatan itu, dia mengingatkan persoalan korupsi yang terjadi di negeri ini bukan cuma tugas pemerintah dalam memberantasnya. Tapi, keterlibatan semua pihak dibutuhkan dalam upaya itu. Misalnya, legislatif, lembaga penegak hukum dan masyarakat luas.
"Persoalan korupsi ini persoalan kita semua. Makanya kita punya komitmen untuk memberantas korupsi. Kita bertekat bagaimana membasmi korupsi yang ada di negeri ini baik itu eksekutif, legislatif, dan yudikatif sama-sama memberantas korupsi," ucap Ketua DPR ini.
Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil risetnya yang menunjukkan keterkaitan antara penilaian kinerja pemberantasan korupsi, terhadap tingkat keterpilihan Partai Demokrat di Pemilu tahun 2014.
Dalam surveinya, LSI menyebut citra partai Demokrat menurun begitu kasus Muhammad Nazaruddin mencuat. Menurut Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi, kasus Nazaruddin yang menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat akan menjadi ganjalan utama pada Pemilu mendatang.
Kondisi ini dimaklumi oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Bagaimanapun kasus yang berbau suap dan korupsi itu bernilai negatif. Tentu saja berimbas kepada partai yang menaunginya.
"Ya pastilah, yang namanya kasus negatif (citranya) turun. Mudah-mudahan nanti kalau sudah bersih, naik lagi," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Pada kesempatan itu, dia mengingatkan persoalan korupsi yang terjadi di negeri ini bukan cuma tugas pemerintah dalam memberantasnya. Tapi, keterlibatan semua pihak dibutuhkan dalam upaya itu. Misalnya, legislatif, lembaga penegak hukum dan masyarakat luas.
"Persoalan korupsi ini persoalan kita semua. Makanya kita punya komitmen untuk memberantas korupsi. Kita bertekat bagaimana membasmi korupsi yang ada di negeri ini baik itu eksekutif, legislatif, dan yudikatif sama-sama memberantas korupsi," ucap Ketua DPR ini.
Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil risetnya yang menunjukkan keterkaitan antara penilaian kinerja pemberantasan korupsi, terhadap tingkat keterpilihan Partai Demokrat di Pemilu tahun 2014.
Dalam surveinya, LSI menyebut citra partai Demokrat menurun begitu kasus Muhammad Nazaruddin mencuat. Menurut Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi, kasus Nazaruddin yang menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat akan menjadi ganjalan utama pada Pemilu mendatang.
()