Anas Capres muda menonjol versi DCSC
Sabtu, 07 Januari 2012 - 15:29 WIB
Anas Capres muda menonjol versi DCSC
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum cukup populer sebagai calon presiden (capres) 2014 dalam pemberitaan media massa pada 1 Januari hingga 31 Desember 2011.
Namun Anas terkenal bukan karena prestasinya, tapi justru karena tersangkut kasus korupsi Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal itu terungkap berdasarkan hasil analisa isi media Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia terhadap sembilan tokoh kandidat Capres 2014. Dalam analisanya, Anas mendapat porsi pemberitaan sebanyak 47 persen.
Direktur Riset pada Developing Countries Studies Center Indonesia Abdul Hakim MS mengatakan, analisa isi media dilakukan di tujuh surat kabar nasional, yakni Kompas, Media Indonesia, Indopos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaharuan dan Seputar Indonesia.
"Penelitian ini dilakukan untuk menyorot modal kandidat calon presiden (Capres) 2014 di media massa. "Tema terbanyak artikel Anas Urbaningrum adalah mengenai kasus korupsi di Kementrian Pemuda dan Olahraga, sebesar 47 persen," ujarnya di Gedung DCSC Indonesia, Jalan Tongkol No.44, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (7/1/2012).
Kendati begitu, Anas tetap mendapatkan posisi istimewa di mata media di bursa Capres 2014. Hal itu terlihat dari posisi kedua yang didapatnya terkait isu Capres 2014. "Untuk tema mengenai pemilu 2014, Anas berada diposisi kedua, sebesar 9 persen," terangnya.
Jika dibandingkan dengan sembilan kandidat Capres versi DCSC, Anas terbilang tokoh muda yang masih menarik perhatian media atas isu Capres 2014. "Dari sembilan tokoh kandidat capres 2014 itu, Anas Urbaningrum mendapat perolehan angka mendekati 4 persen," ungkapnya.
Di luar kasus yang tengah membelitnya, Abdul mengatakan, porsi media dalam memberitakan Anas masih tergolong normatif. Belum ada pemberitaan yang membuat citra tokoh politik ini jatuh. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian besar pembicaraan tentang pemilu 2014 masih berada pada tatanan normatif.
"Belum ada serangan atau konfrontasi terbuka diantara para tokoh kandidat capres 2014, sehingga diferensiasi diantara mereka belum dapat terlihat secara jelas dan tajam," terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mengatakan, masih belum memikirkan Capres 2014. "PD sedang berkonsentrasi pada dua hal besar, yakni mensukseskan program pemerintahan Presiden SBY dan melanjutkan konsolidasi internal partai sampai tingkatan terbawah," jelasnya.
Menurutnya, pembahasan capres dan cawapres akan dibicarakan oleh Majelis Tinggi Demokrat. "Sampai saat ini, Majelis Tinggi belum pernah sekalipun membicarakan dan membahas masalah capres-cawapres," pungkasnya.
Karena itu, Anas menegaskan Demokrat hingga kini belum membicarakan nama kandidat yang akan diusung di Pilpres 2014.
"Sebagai Ketum PD dan Wakil Ketua Majelis Tinggi, saya menegaskan bahwa PD belum membahas nama-nama capres, karena memang belum menjadi agenda sama sekali. Saatnya belum tiba. Waktunya belum tepat," imbuh dia. (san)
Namun Anas terkenal bukan karena prestasinya, tapi justru karena tersangkut kasus korupsi Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal itu terungkap berdasarkan hasil analisa isi media Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia terhadap sembilan tokoh kandidat Capres 2014. Dalam analisanya, Anas mendapat porsi pemberitaan sebanyak 47 persen.
Direktur Riset pada Developing Countries Studies Center Indonesia Abdul Hakim MS mengatakan, analisa isi media dilakukan di tujuh surat kabar nasional, yakni Kompas, Media Indonesia, Indopos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaharuan dan Seputar Indonesia.
"Penelitian ini dilakukan untuk menyorot modal kandidat calon presiden (Capres) 2014 di media massa. "Tema terbanyak artikel Anas Urbaningrum adalah mengenai kasus korupsi di Kementrian Pemuda dan Olahraga, sebesar 47 persen," ujarnya di Gedung DCSC Indonesia, Jalan Tongkol No.44, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (7/1/2012).
Kendati begitu, Anas tetap mendapatkan posisi istimewa di mata media di bursa Capres 2014. Hal itu terlihat dari posisi kedua yang didapatnya terkait isu Capres 2014. "Untuk tema mengenai pemilu 2014, Anas berada diposisi kedua, sebesar 9 persen," terangnya.
Jika dibandingkan dengan sembilan kandidat Capres versi DCSC, Anas terbilang tokoh muda yang masih menarik perhatian media atas isu Capres 2014. "Dari sembilan tokoh kandidat capres 2014 itu, Anas Urbaningrum mendapat perolehan angka mendekati 4 persen," ungkapnya.
Di luar kasus yang tengah membelitnya, Abdul mengatakan, porsi media dalam memberitakan Anas masih tergolong normatif. Belum ada pemberitaan yang membuat citra tokoh politik ini jatuh. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian besar pembicaraan tentang pemilu 2014 masih berada pada tatanan normatif.
"Belum ada serangan atau konfrontasi terbuka diantara para tokoh kandidat capres 2014, sehingga diferensiasi diantara mereka belum dapat terlihat secara jelas dan tajam," terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mengatakan, masih belum memikirkan Capres 2014. "PD sedang berkonsentrasi pada dua hal besar, yakni mensukseskan program pemerintahan Presiden SBY dan melanjutkan konsolidasi internal partai sampai tingkatan terbawah," jelasnya.
Menurutnya, pembahasan capres dan cawapres akan dibicarakan oleh Majelis Tinggi Demokrat. "Sampai saat ini, Majelis Tinggi belum pernah sekalipun membicarakan dan membahas masalah capres-cawapres," pungkasnya.
Karena itu, Anas menegaskan Demokrat hingga kini belum membicarakan nama kandidat yang akan diusung di Pilpres 2014.
"Sebagai Ketum PD dan Wakil Ketua Majelis Tinggi, saya menegaskan bahwa PD belum membahas nama-nama capres, karena memang belum menjadi agenda sama sekali. Saatnya belum tiba. Waktunya belum tepat," imbuh dia. (san)
()