Pesawat jatuh, Menhan belum terima laporan tim investigasi
Jum'at, 06 Januari 2012 - 17:11 WIB
Pesawat jatuh, Menhan belum terima laporan tim investigasi
A
A
A
Sindonews.com- Jatuhnya pesawat latih jenis T-34 Charlie nomor lambung LD-3417 di dusun Jetis, Desa Kedungrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, mencuri perhatian publik. Informasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut sangat ditunggu khlayak ramai.
Namun, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meminta publik bersabar menunggu hasil tim investigasi terhadap jatuhnya pesawat tersebut. Di samping tengah melakukan investigawsi, pihaknya juga tengah menganalisa penyebab jatuhnya pesawat itu.
"Jadi biarlah mereka (tim) sekarang memastikan dulu itu terjadi karena apa. Pesawat terbang (jatuh) pasti banyak penyebabnya, apalagi cuaca seperti ini," ujar Purnomo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Namun, dikatakan Purnomo, banyak hal penyebab jatuhnya sebuah pesawat. Mulai adanya unsur kelalaian manusia, faktor cuaca atau unsur teknis pesawat itu sendiri. "Saya belum dapat laporan," tukasnya.
Peristiwa nahas tersebut telah menewaskan satu orang, yaitu kapten penerbang Ali Mustofa. Pesawat tersebut sempat berputar-putar di udara sebelum jatuh di persawahan dan menabrak pohon. Diperkirakan pesawat tersebut jatuh pukul 10.00 WIB. Kondisi pesawat hancur.
Namun, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meminta publik bersabar menunggu hasil tim investigasi terhadap jatuhnya pesawat tersebut. Di samping tengah melakukan investigawsi, pihaknya juga tengah menganalisa penyebab jatuhnya pesawat itu.
"Jadi biarlah mereka (tim) sekarang memastikan dulu itu terjadi karena apa. Pesawat terbang (jatuh) pasti banyak penyebabnya, apalagi cuaca seperti ini," ujar Purnomo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Namun, dikatakan Purnomo, banyak hal penyebab jatuhnya sebuah pesawat. Mulai adanya unsur kelalaian manusia, faktor cuaca atau unsur teknis pesawat itu sendiri. "Saya belum dapat laporan," tukasnya.
Peristiwa nahas tersebut telah menewaskan satu orang, yaitu kapten penerbang Ali Mustofa. Pesawat tersebut sempat berputar-putar di udara sebelum jatuh di persawahan dan menabrak pohon. Diperkirakan pesawat tersebut jatuh pukul 10.00 WIB. Kondisi pesawat hancur.
()