KSAU: Anggaran AU habis untuk bayar gaji personel
Senin, 02 Januari 2012 - 21:22 WIB
KSAU: Anggaran AU habis untuk bayar gaji personel
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah anggaran pemerintah yang digelontorkan untuk TNI AU di tahun 2011 adalah sebesar Rp7,433 triliun. Maka itu, sebagai pertanggungjawaban anggaran, AU secara bertahap memodernisasikan alat utama sistem persenjataan (alusista) yang dimiliki.
Kesiapan alutsista sendiri saat ini juga telah mencapai 70 persen. Selain itu, AU berhasil mewujudkan target tanpa kecelakaan penerbangan sepanjang tahun ini.
Pada apel khusus di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Senin (2/1/2011), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, sesuai target yakni zero accident, sepanjang tahun ini pihaknya berhasil melewati tahun tanpa kecelakaan terbang. Tugas dan latihan operasional penerbangan berhasil dilewati mulus. Bahkan keamanan operasi penerbangan cukup tinggi mencapai 48.674 jam terbang.
"Modernisasi alutsista tetap harus dilakukan bertahap, karena hal itu akan menjadi kebangkitan AU semakin profesional. Namun, hal itu harus disikapi bijak. Sebab, proses penyediaan juga sedang berjalan," kata Imam dalam apel yang diikuti para jenderal di AU itu.
Persoalan lain yang menjadi perhatian orang nomor satu di AU itu adalah kebijakan pemerintah akan reformasi birokrasi, salah satunya menata sistem sumber daya manusia (SDM) di lingkungan AU. Diimbau kepada satuan-satuan terkait langsung dengan penanganan SDM untuk mencermati dan mengerti tuntutan reformasi birokrasi tersebut. AU harus memiliki SDM tangguh profesional untuk menjawab tantangan zaman.
Selain itu, menurut dia, selama ini anggaran TNI dihabiskan untuk membayar gaji personel, maka efisiensi harus ditingkatkan di tahun 2012. Pihaknya, tahun ini akan fokus mendukung 60.000 jam terbang dan kegiatan latihan AU dengan tetap mengedepankan transparansi serta taat hukum tiap menjalankan tugas. (lin)
Kesiapan alutsista sendiri saat ini juga telah mencapai 70 persen. Selain itu, AU berhasil mewujudkan target tanpa kecelakaan penerbangan sepanjang tahun ini.
Pada apel khusus di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Senin (2/1/2011), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, sesuai target yakni zero accident, sepanjang tahun ini pihaknya berhasil melewati tahun tanpa kecelakaan terbang. Tugas dan latihan operasional penerbangan berhasil dilewati mulus. Bahkan keamanan operasi penerbangan cukup tinggi mencapai 48.674 jam terbang.
"Modernisasi alutsista tetap harus dilakukan bertahap, karena hal itu akan menjadi kebangkitan AU semakin profesional. Namun, hal itu harus disikapi bijak. Sebab, proses penyediaan juga sedang berjalan," kata Imam dalam apel yang diikuti para jenderal di AU itu.
Persoalan lain yang menjadi perhatian orang nomor satu di AU itu adalah kebijakan pemerintah akan reformasi birokrasi, salah satunya menata sistem sumber daya manusia (SDM) di lingkungan AU. Diimbau kepada satuan-satuan terkait langsung dengan penanganan SDM untuk mencermati dan mengerti tuntutan reformasi birokrasi tersebut. AU harus memiliki SDM tangguh profesional untuk menjawab tantangan zaman.
Selain itu, menurut dia, selama ini anggaran TNI dihabiskan untuk membayar gaji personel, maka efisiensi harus ditingkatkan di tahun 2012. Pihaknya, tahun ini akan fokus mendukung 60.000 jam terbang dan kegiatan latihan AU dengan tetap mengedepankan transparansi serta taat hukum tiap menjalankan tugas. (lin)
()