Ruhut out, Demokrat bakal kehilangan bumper
Rabu, 21 Desember 2011 - 12:54 WIB
Ruhut out, Demokrat bakal kehilangan bumper
A
A
A
Sindonews.com - Ancaman Ruhut Situmpul akan mundur dari Partai Demokrat, memang mengejutkan banyak pihak termasuk rekan-rekannya di partai. Banyak yang tak percaya. Pasalnya, Ruhut sudah terbiasa membuat statement yang menarik perhatian. Tapi, jika ancaman itu benar, Demokrat pasti akan kehilangan bumper partai.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bhatoegana mengaku heran dengan statement teman yang selama ini dikenal tahan banting itu. Selama ini Ruhut terkenal kontroversial, statement-nya selalu menarik perhatian media massa.
Bisa dibilang Ruhut newsmaker, dia sangat tahu kapan menjadi pemberitaan di media kapan tidak. Karena itu, Sutan masih menduga-duga ada apa di balik statement teman seperjuangannya itu. "Saya belum berkomunikasi dengan beliau, saya ingin tanyakan mengapa melempar statement itu," kata Sutan saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (21/12/2011).
Sutan harus mengakui, Ruhut banyak jasanya di partai. Dia juga menjadi bumper partai. Ketika, Demokrat dihujat sana-sini, Ruhutlah yang berjuang membela partai dengan gaya kontroversialnya itu.
Jika benar, Ruhut terdholimi, maka menjadi kewajiban Sutan untuk segera berkomunikasi dengan Ruhut. Namun, dalam sebuah organisasi, sikut menyikut itu merupakan hal biasa. Sutan mengibaratkan partai merupakan sebuah kesebelasan sepakbola, semua saling mendukung, membantu dan mengisi. Sutan menduga, apa yang disampaikan Ruhut hanyanya emosi sesaat.
Partai Demokrat sendiri saat ini aman-aman saja. Tidak ada kekisruhan seperti diberitakan selama ini. Jika terjadi perselisihan kecil dalam partai itu hal biasa dan tak berdampak pada kesinambungan partai. "Tidak ada apa-apa di Partai Demokrat. Partai demokrat sampai saat ini tetap solid," tandasnya.
Hal sama disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan mengaku tak bisa membayangkan, jika Ruhut keluar dari partai. Sebab, Ruhut aset bagi Partai Demokrat. Pengalamannya sebagai politikus dan pengacara serta pergaulan yang luas, membuat Ruhut sangat penting untuk partai. Ruhut merupakan kader yang handal membela Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sering dilakukannya secara terbuka.
“Di dalam pertempuran Ruhut selalu tampil di depan untuk membela harkat yang dia bela dan Pak SBY sering dilakukan pemebelaan secara terbuka. Saya tidak dapat membayangkan dia keluar,” katanya.
Sementara itu, Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya menilai perasaan tidak nyaman karena tak disukai di internal partai adalah hal yang lumrah karena karakter Ruhut yang kontroversial.
“Ruhut adalah sosok yang kontroversial, sudah ada indikasi kegerahan dari teman-temannya di Partai Demokrat karena gaya komunikasinya asal bicara, dan ini berkorelasi negatif kepada Partai Demokrat,” kata Yunarto.
Menurutnya, Ruhut yang mempunyai ciri khas dengan gaya bicara ceplas-ceplos itu dapat menjadi ancaman Partai Demokrat yang ingin merubah imagenya saat ini.
“Saat ini kan Partai Demokrat ingin mengembalikan citranya yang dihantam berbagai kasus. Dengan gaya bahasa seperti itu sangat beresiko bagi Partai Demokrat. Saya melihatnya seperti itu,” ujarnya. Dia menambahkan, apa yang Ruhut sampaikan ke masyarakat karena saat ini dia mulai terbuka.
“Dengan mata telanjang kita lihat Ruhut banyak ngomong dengan gaya bahasanya yang seperti itu. Kalau saya pengurus partai maka saya akan mem-pressure dalam tanda kutip agar bicaranya jangan seperti itu,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Ruhut Sitompul mengaku mulai tak nyaman berada di Partai Demokrat. Dia merasa tidak disukai di internal partai. "Saya setia loyal sama SBY, kalau kepada Demokrat saya enggak. Kalau mereka terus tidak menerima cara berpolitik saya, ya saya bisa keluar," kata Ruhut.
Ruhut menjelaskan kepindahan dirinya pindah dari Partai Golkar ke Partai Demokrat karena figur Susilo Bambang Yudhoyono. "Jadi saat Pak SBY bisa menerima cara berpolitik saya, ya saya pindah ke Demokrat," terangnya.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bhatoegana mengaku heran dengan statement teman yang selama ini dikenal tahan banting itu. Selama ini Ruhut terkenal kontroversial, statement-nya selalu menarik perhatian media massa.
Bisa dibilang Ruhut newsmaker, dia sangat tahu kapan menjadi pemberitaan di media kapan tidak. Karena itu, Sutan masih menduga-duga ada apa di balik statement teman seperjuangannya itu. "Saya belum berkomunikasi dengan beliau, saya ingin tanyakan mengapa melempar statement itu," kata Sutan saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (21/12/2011).
Sutan harus mengakui, Ruhut banyak jasanya di partai. Dia juga menjadi bumper partai. Ketika, Demokrat dihujat sana-sini, Ruhutlah yang berjuang membela partai dengan gaya kontroversialnya itu.
Jika benar, Ruhut terdholimi, maka menjadi kewajiban Sutan untuk segera berkomunikasi dengan Ruhut. Namun, dalam sebuah organisasi, sikut menyikut itu merupakan hal biasa. Sutan mengibaratkan partai merupakan sebuah kesebelasan sepakbola, semua saling mendukung, membantu dan mengisi. Sutan menduga, apa yang disampaikan Ruhut hanyanya emosi sesaat.
Partai Demokrat sendiri saat ini aman-aman saja. Tidak ada kekisruhan seperti diberitakan selama ini. Jika terjadi perselisihan kecil dalam partai itu hal biasa dan tak berdampak pada kesinambungan partai. "Tidak ada apa-apa di Partai Demokrat. Partai demokrat sampai saat ini tetap solid," tandasnya.
Hal sama disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan mengaku tak bisa membayangkan, jika Ruhut keluar dari partai. Sebab, Ruhut aset bagi Partai Demokrat. Pengalamannya sebagai politikus dan pengacara serta pergaulan yang luas, membuat Ruhut sangat penting untuk partai. Ruhut merupakan kader yang handal membela Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sering dilakukannya secara terbuka.
“Di dalam pertempuran Ruhut selalu tampil di depan untuk membela harkat yang dia bela dan Pak SBY sering dilakukan pemebelaan secara terbuka. Saya tidak dapat membayangkan dia keluar,” katanya.
Sementara itu, Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya menilai perasaan tidak nyaman karena tak disukai di internal partai adalah hal yang lumrah karena karakter Ruhut yang kontroversial.
“Ruhut adalah sosok yang kontroversial, sudah ada indikasi kegerahan dari teman-temannya di Partai Demokrat karena gaya komunikasinya asal bicara, dan ini berkorelasi negatif kepada Partai Demokrat,” kata Yunarto.
Menurutnya, Ruhut yang mempunyai ciri khas dengan gaya bicara ceplas-ceplos itu dapat menjadi ancaman Partai Demokrat yang ingin merubah imagenya saat ini.
“Saat ini kan Partai Demokrat ingin mengembalikan citranya yang dihantam berbagai kasus. Dengan gaya bahasa seperti itu sangat beresiko bagi Partai Demokrat. Saya melihatnya seperti itu,” ujarnya. Dia menambahkan, apa yang Ruhut sampaikan ke masyarakat karena saat ini dia mulai terbuka.
“Dengan mata telanjang kita lihat Ruhut banyak ngomong dengan gaya bahasanya yang seperti itu. Kalau saya pengurus partai maka saya akan mem-pressure dalam tanda kutip agar bicaranya jangan seperti itu,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Ruhut Sitompul mengaku mulai tak nyaman berada di Partai Demokrat. Dia merasa tidak disukai di internal partai. "Saya setia loyal sama SBY, kalau kepada Demokrat saya enggak. Kalau mereka terus tidak menerima cara berpolitik saya, ya saya bisa keluar," kata Ruhut.
Ruhut menjelaskan kepindahan dirinya pindah dari Partai Golkar ke Partai Demokrat karena figur Susilo Bambang Yudhoyono. "Jadi saat Pak SBY bisa menerima cara berpolitik saya, ya saya pindah ke Demokrat," terangnya.
()