TNI serius jalankan program TMMD di Papua
Sabtu, 17 Desember 2011 - 09:41 WIB
TNI serius jalankan program TMMD di Papua
A
A
A
Sindonews.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menambah jumlah pasukan di Papua dan Papua Barat demi mensukseskan program operasi bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Selama 2011, pencapaian TMMD dianggap berhasil melampaui target.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, operasi bakti TMMD memiliki arti strategis karena desa merupakan basis daerah pangkal pertahanan. Dirinya menjamin, pelaksanaan TMMD tidak mempengaruhi tugas pokok TNI dalam operasi militer perang.
Menurut dia, TMMD memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terisolir, perbatasan, maupun daerah kumuh perkotaan. Karenanya program ini akan terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.
“Pengembangan sasaran dalam skala besar di wilayah Papua dan Papua Barat untuk mendukung program UP4B,” ujarnya dalam rapat paripurna ke-32 TMMD 2011 di Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.
Pengembangan di Papua dan Papua Barat akan diiringi dengan pengurangan program yang sama di wilayah Pulau Jawa. Sebab, sekarang ini kondisi desa-desa di Papua dan Papua Barat, serta wilayah perbatasan lain, dinilai lebih membutuhkan program ini.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, akan ada penambahan pasukan di Papua dan Papua Barat. “Penambahannya untuk TMMD, bukan untuk mengatasi insurgency,” ungkapnya.
Meski begitu, belum diketahui berapa jumlah penambahan tersebut karena juga masih dibahas mengenai lokasi sasaran TMMD.
“Kalau (TMMD) dibutuhkan, saya tidak melihat daerah konflik (atau tidak). Misalnya kita pernah lakukan di Mulia yang masyarakatnya pernah dijanjikan kemerdekaan dan disejahterakan oleh orang gunung. Kami tidak janji (mensejahterakan), tapi langsung memberi bukti,” kata Edhie.
Selama 2011, pencapaian TMMD di 122 sasaran dinilai telah sesuai target, bahkan di beberapa wilayah bisa over prestasi. Selama kurun waktu 2011, TMMD berhasil merampungkan pembangunan jalan sepanjang 309,4 km dan membangun/merehab 111 unit jembatan.
Sebanyak 601 unit sarana umum dan 737 fasilitas sosial juga berhasil dirampungkan. Prajurit TNI juga membangun 11 unit bangunan sekolah dasar dan memerbaiki 688 unit rumah tidak layak huni. Di luar pekerjaan fisik, TNI juga memberikan penyuluhan bela negara, ketertiban masyarakat, maupun program kesehatan dan pertanian.
Meski begitu, masih ada beberapa kekurangan diantaranya penentuan sasaran yang belum optimal, distribusi dukungan bahan baku yang terkendala, serta hambatan hutan lindung dalam membangun jalan. Faktor cuaca juga menjadi kendala lain.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, operasi bakti TMMD memiliki arti strategis karena desa merupakan basis daerah pangkal pertahanan. Dirinya menjamin, pelaksanaan TMMD tidak mempengaruhi tugas pokok TNI dalam operasi militer perang.
Menurut dia, TMMD memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terisolir, perbatasan, maupun daerah kumuh perkotaan. Karenanya program ini akan terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.
“Pengembangan sasaran dalam skala besar di wilayah Papua dan Papua Barat untuk mendukung program UP4B,” ujarnya dalam rapat paripurna ke-32 TMMD 2011 di Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.
Pengembangan di Papua dan Papua Barat akan diiringi dengan pengurangan program yang sama di wilayah Pulau Jawa. Sebab, sekarang ini kondisi desa-desa di Papua dan Papua Barat, serta wilayah perbatasan lain, dinilai lebih membutuhkan program ini.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, akan ada penambahan pasukan di Papua dan Papua Barat. “Penambahannya untuk TMMD, bukan untuk mengatasi insurgency,” ungkapnya.
Meski begitu, belum diketahui berapa jumlah penambahan tersebut karena juga masih dibahas mengenai lokasi sasaran TMMD.
“Kalau (TMMD) dibutuhkan, saya tidak melihat daerah konflik (atau tidak). Misalnya kita pernah lakukan di Mulia yang masyarakatnya pernah dijanjikan kemerdekaan dan disejahterakan oleh orang gunung. Kami tidak janji (mensejahterakan), tapi langsung memberi bukti,” kata Edhie.
Selama 2011, pencapaian TMMD di 122 sasaran dinilai telah sesuai target, bahkan di beberapa wilayah bisa over prestasi. Selama kurun waktu 2011, TMMD berhasil merampungkan pembangunan jalan sepanjang 309,4 km dan membangun/merehab 111 unit jembatan.
Sebanyak 601 unit sarana umum dan 737 fasilitas sosial juga berhasil dirampungkan. Prajurit TNI juga membangun 11 unit bangunan sekolah dasar dan memerbaiki 688 unit rumah tidak layak huni. Di luar pekerjaan fisik, TNI juga memberikan penyuluhan bela negara, ketertiban masyarakat, maupun program kesehatan dan pertanian.
Meski begitu, masih ada beberapa kekurangan diantaranya penentuan sasaran yang belum optimal, distribusi dukungan bahan baku yang terkendala, serta hambatan hutan lindung dalam membangun jalan. Faktor cuaca juga menjadi kendala lain.
()