Pemerintah Datangkan Alat Tes Corona dari Swiss

Rabu, 08 April 2020 - 11:42 WIB
Pemerintah Datangkan...
Pemerintah Datangkan Alat Tes Corona dari Swiss
A A A
JAKARTA - Untuk mencari kasus positif virus corona (Covid-19) secara akurat, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah melalui metode swab dengan menggunakan alat polymerase chain reaction (PCR). Pemerintah pun mendatangkan alat ini dari perusahan laboratorium di Swiss, Roche.

"Sekitar 3 minggu lalu kita berhasil bernegosiasi dengan salah satu produsen alat tes PCR di Swiss yaitu Roche. Dan kita berhasil untuk bernegosiasi dan berhasil untuk membeli alat," ungkap Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga dalam Konferensi Pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Arya mengatakan, saat ini negara di dunia hampir semuanya 'bertempur' mencari alat PCR, mencari obat, bahan baku untuk obat, dan sebagainya. "Dan alat PCR adalah salah satu yang dicari banyak dan banyak negara karena bisa dijadikan alat uji tes apakah orang tersebut positif atau tidak," katanya.

Arya menjelaskan, Sabtu lalu sudah datang ke Indonesia alat PCR dengan detailnya ada dua buah Magnapure 96. Ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor. "Biasanya di Indonesia itu adalah ada yang manual, yang matic juga. Nah ini kita hadirkan dua buah yang dia bisa untuk tes RNA itu bisa 1.000 per hari," jelasnya.

Kemudian, pemerintah juga mendatangkan 18 buah Lightcycle yaitu untuk detektor PCR, kapasitasnya mencapai 500 tes per hari. "Maka dengan alat ini, kalau sudah terinstal semua maka alat tersebut akan bisa satu harinya mencapai 9.000 sampai 10.000 tiap hari," kata Arya.

Dengan alat ini, pemerintah memastikan akan mempercepat informasi kasus positif corona di Indonesia. "Kita bisa mengetahui hasil tes, juga kecepatan alat tesnya untuk mengetahui positif atau tidak juga sangat tinggi. Dengan ini, maka kita harapkan dalam tempo cepat nanti bisa misal setiap hari ada tes sampai 5 ribu sampai 10 ribu, maka kita akan bisa dalam sebulan kita akan mencapai hampir 300 ribu orang yang sudah dites," kata Arya. (Baca juga: Dampak Corona, 4,1 Juta Warga Jabodetabek Akan Terima Paket Sembako ).

Alat PCR ini, kata Arya akan disebar di beberapa provinsi untuk menemukan kasus positif corona. Wilayah tersebut di antaranya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan di Papua. "Alat ini akan kita sebar cepatnya untuk yang di Jakarta. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa diinstal karena ini memang membutuhkan secara teknikal. Memang membutuhkan sebuah proses."
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penyandang Disabilitas...
Penyandang Disabilitas Membuat Karya Batik Unik Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aksi Band Beranggotakan...
Aksi Band Beranggotakan Polisi, Sosialisasikan COVID-19 dengan Lagu
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved