Terdampak Corona, Komisi IV Sesalkan Tidak Ada Insentif untuk Pertanian

Sabtu, 04 April 2020 - 16:59 WIB
Terdampak Corona, Komisi...
Terdampak Corona, Komisi IV Sesalkan Tidak Ada Insentif untuk Pertanian
A A A
JAKARTA - Komisi IV DPR menyoroti tidak munculnya insentif untuk sektor pertanian dalam paket kebijakan penanganan wabah COVID-19. Padahal ini merupakan salah satu sector yang menopang hajat hidup orang banyak. (Baca juga: Ada Corona, Pemerintah Harus Perhatikan Petani Sebagai Ujung Tombak Pangan)

Ketika sektor lain terpuruk, menurut anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah, sektor pertanian itu bisa menyelamatkan semuanya. “Harusnya sektor pertanian menjadi fokus kita. Jadi refocusing itu, antara lain, memperkuatkan basis-basis pangan. Dari pertanian, ada produksi pangan,” katanya saat dihubungi SINDOnews.com, Sabtu (04/04/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyesalkan insentif yang dikeluarkan pemerintah hanya menyasar beberapa sektor saja, seperti pajak. “Kami melihat pangan itu enggak bisa ditunda selain aspek kesehatan. Artinya, pangan harus dipastikan enggak boleh sampai kurang,” tuturnya.

Komisi IV akan meminta pemerintah membuka secara jujur berapa ketersediaan pangan nasional dalam situasi wabah COVID-19 ini. Stok dan produksi pangan nasional ini penting untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama yang terdampak langsung. Ada banyak masyarakat yang hari-hari ini berdiam diri di rumah karena kebijakan perusahaan dan pabrik. Bahkan, ada kehilangan pekerjaan karena mereka buruh harian lepas dan pedagang kecil.

Akhirnya, kata Luluk, mereka mengambil risiko tetap keluar rumah untuk bekerja dan berdagang. “Mereka tidak tahu apa yang harus dimakan kalau di rumah. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini sebaiknya segera dibagikan sembilan bahan pokok (sembako) bagi masyarakat yang terdampak. Orang akan merasa aman di rumah, kalau yang dimakan itu tersedia. “Bantuan pangan harus pertama kali diadakan secara langsung. Karena apa? Belum tentu orang punya uang cari barang gampang,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
DPR Minta Kementan Lakukan...
DPR Minta Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Kalung Anti-Corona
DPR Minta Kementan Tunjukkan...
DPR Minta Kementan Tunjukkan Basis Riset Kalung Anti-Corona
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Kalung Anti Corona,...
Kalung Anti Corona, Peneliti: Minyak Eucalyptus Berpotensi Menetralisir Virus
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
Berita Terkini
Penanganan Perkara Jampidsus...
Penanganan Perkara Jampidsus Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved