alexametrics

NU Care-Lazisnu Bagikan 100 Ribu Paket Sembako ke Warga Terdampak Corona

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pandemi virus Corona telah berdampak langsung ke masyarakat. Paling terasa adalah dampak ekonomi.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam mencegah penyebaran COVID-19 ini antara lain meminta masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah dan melakukan pembatasan area.

Upaya pencegahan penyebaran Corona berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.



Direktur NU Care-Lazisnu, Abdul Rouf mengatakan, NU Care-Lazisnu sebagai bagian dari Satuan Tugas Coronavirus Disease atau Satgas NU Peduli COVID-19 telah membuat jaring pengaman ekonomi bagi warga yang rentan terdampak Corona.

Adapun hal itu dilakukan dengan kegiatan antara lain pembagian nasi bungkus untuk warga rentan seperti para pengemudi ojek online, taksi, angkot, pedagang kaki lima (PKL), guru ngaji atau ustaz, marbot masjid, tuna netra, dan lainnya. Juga ada pembagian sembako untuk warga yang rentan terdampak Corona.

Sekadar informasi, Satuan Tugas Coronavirus Disease atau Satgas NU Peduli COVID-19 dibentuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"NU Peduli COVID-19 menargetkan pemberian satu juta masker, 500 ribu nasi bungkus dan sembako, 100 ribu KK yang akan didistribusikan secara bertahap kerja sama dengan donasi pelanggan Alfamart dan beberapa pihak lainnya," tutur Abdul Rouf dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Kamis (2/4/2020).

NU Peduli COVID-19 juga melakukan sosialisasi dan edukasi dengan media/KEI, melalui brosur, pamlet, covid car, dan lainnya. "Juga penyemprotan disinfektan di tempat–tempat ibadah, pesantren, tempat pendidikan, kampung, rumah warga, dan lainnya," tutur Rouf.

Sabun cuci tangan juga diberika kepada masjid-masjid, musala, dan pesantren; pemberian hand sanitizer, masker untuk masyarakat terdampak, serta pemberian alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit.

Rouf menjelaskan, NU Peduli COVID-19 telah terbentuk di seluruh Indonesia, baik di tingkat PWNU (provinsi), PCNU (kabupaten/kota), pondok pesantren dan komunitas lainnya. Tujuannya untuk melakukan langkah promotif preventif, kuratif, sosial ekonomi, dan koordinasi.

Kegiatan Satgas NU Peduli ini sudah berlangsung sebelum Presiden Jokowi mengeluarkan darurat kesehatan masyarakat.

"Kami menyadari bahwa penularan wabah ini banyak melalui aktivitas sehari-hari di masyarakat. Karena itu, NU bersama masyarakat harus menjadi garda terdepan mencegah penularan wabah ini dan menjadikan masyarakat tidak panik," tuturnya.

Rouf mengatakan NU Peduli COVID-19 juga menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu ujung tombak pencegahan serta menyosialisasikan pentingnya social distancing dan physical distancing.

"Kami berharap pemerintah dapat berkolaborasi dengan NU, mendukung gerakan-gerakan dan kegiatan-kegiatan yang sudah dijalani NU agar pencegahan di masyarakat bisa lebih kuat dan menyebar di berbagai daerah," tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top