Tak Hanya APD, Suplemen Vitamin Jadi Hal Penting bagi Tenaga Medis

Jum'at, 27 Maret 2020 - 20:06 WIB
Tak Hanya APD, Suplemen...
Tak Hanya APD, Suplemen Vitamin Jadi Hal Penting bagi Tenaga Medis
A A A
JAKARTA - Selain alat pelindung diri (APD), dokter maupun tenaga medis lainnya saat ini juga membutuhkan vitamin atau suplemen sebagai tambahan untuk daya tahan tubuh. Pasalnya, dokter maupun tenaga medis ini merupakan garda terdepan dalam penanganan virus corona atau COVID-19.

Hal ini ternyata direspons Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang memberikan bantuan kepada para dokter dan tenaga medis, antara lain jahe instan, wedang uwuh, temulawak, madu, minyak kayu putih, gula semut, minuman serta makanan lain yang mengandung banyak vitamin C.

(Baca juga: 1.046 Kasus Positif Corona Tersebar di 28 Provinsi, Terbanyak di Jakarta)

"Langkah ini sebagai lanjut arahan Bapak Presiden untuk menjaga kondisi masyarakat khususnya usaha kecil, koperasi dan kelompok tani hutan bisa tetap berproduksi dan menerima pendapatan dari hasil jualan. Sekaligus kita mendukung tenaga medis yang membutuhkan kekuatan daya tahan tubuh," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya, Jumat (27/3/2020).

Sementara untuk wilayah DKI Jakarta, disiapkan 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai rumah sakit (RS) rujukan pasien corona. Selain itu 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp780 juta.

Produk-produk ini dibeli dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan Kementerian LHK di seluruh Indonesia. Dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di rumah sakit yang sedang berjuang mengobati pasien corona.

"Untuk tahap awal telah diserahkan Direktur Jenderal PSKL KLHK Bambang Supriyanto, dukungan 200 paket suplemen peningkat daya tahan tubuh yang diterima oleh Dr. Muhammad Syahril, selaku Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Suroso, di Sunter, Jakarta Utara. Kami juga bagikan kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas,'' kata Siti Nurbaya.

Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam. Dengan pendampingan melalui program perhutanan sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

''Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi Corona ini,'' ucap Siti.

Untuk mendukung keberlangsungan produk dan meningkatkan kualitas petani hutan, Kementerian LHK juga menyiapkan bantuan alat yang akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani hutan di lima wilayah Balai Perhutanan Sosial. Di antaranya di Sumatera, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua-Maluku.

Alat produktif dimaksud berupa penunjang alat-alat kerja petani untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan kawasan hutan. Ini akan membantu para petani hutan untuk tetap bertahan di masa-masa sulit menghadapi pandemi corona.

Adapun besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp47 miliar, berupa pengadaan 470 alat ekonomi produktif dan Rp50 miliar melalui peningkatan kapasitas pembangunan Perhutanan Sosial Nasional atau 'Bang Pesona' untuk modal usaha.

Dengan berbagai langkah ini diharapkan masyarakat mendapatkan nilai tambah produknya. "Pemerintah siap menyerap produk dari petani hutan untuk didistribusikan, dengan prioritas untuk membantu tenaga medis dan pejuang lainnya di garda terdepan,'' ujar Siti.

Kementerian LHK terus melakukan berbagai upaya penanggulangan penyebaran virus Corona dengan berbagai cara. Sebelumnya, untuk kemudahan mobilisasi penyaluran bantuan dan kegiatan penyemprotan disinfektan, menyalurkan bantuan 20 unit motor roda tiga kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat.

Bantuan ini langsung digunakan oleh petugas PMI untuk operasional di berbagai wilayah Kota Jakarta. Siti mengungkapkan, pihaknya juga berhasil memproduksi disinfektan dan hand sanitizer dari cuka kayu dan cuka bambu. Produk berbahan alami ini sedang disiapkan untuk diproduksi massal.
(maf)
Berita Terkait
Gargle dengan Antiseptik...
Gargle dengan Antiseptik Kandungan PVP-I Efektif Lawan Virus Corona
Satu Dokter Positif,...
Satu Dokter Positif, Puluhan Tenaga Medis RSUD Empat Lawang Diisolasi
Tenaga Kesehatan di...
Tenaga Kesehatan di Sukoharjo Meninggal Dunia Positif Corona
Ini Alasan RSUD Ogan...
Ini Alasan RSUD Ogan Ilir Pecat 109 Tenaga Kesehatan yang Gelar Aksi Mogok
Tuntut Kejelasan Insentif...
Tuntut Kejelasan Insentif , 109 Tenaga Kesehatan Ogan Ilir Dipecat
Tujuh Tenaga Kesehatan...
Tujuh Tenaga Kesehatan Dikarantina di Rumdin Sekda Salatiga
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
Tak Hanya Ketupat, Ini...
Tak Hanya Ketupat, Ini 8 Makanan Khas Lebaran Terbuat dari Beras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved