alexametrics

Korban Corona Terus Bertambah, Inilah Imbauan Ketua Umum PBNU

loading...
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus Corona (Covid-19) terus memakan korban. Hingga Jumat (20/3/2020), berdasarkan data resmi yang dikeluarkan pemerintah, tercatat 369 orang positif terinveksi Corona.

Dari jumlah itu, Sebanyak 32 korban di antaranya meninggal dunia. Selain itu, sebaran wabah Corona pun semakin luas ke berbagai daerah di Indonesia. (Baca: Corona Menggila, Korban Meninggal Terbanyak di Jakarta)

Menyikapi kondisi ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga nahdliyin dan umat Islam pada umumnya, agar selalu berserah diri dan mendekat kepada Allah SWT, menebalkan iman dengan dasar bahwa tidak akan menimpa apapun kecuali yang Allah SWT kehendaki.



"Walaupun kita menghindar kemanapun kalau Tuhan menghendaki maka kita tidak bisa menghindar. Tapi sebaliknya, walaupun kita berada di tengah- tengah musibah, wabah, kalau Tuhah belum menghendaki kita terkena wabah tersebut kita akan selamat," tutur Kiai Said dalam pernyataannya yang disampaikan lewat video, Jumat (20/3/2020).

Karena itu, Kiai Said mengajak semua umat Islam untuk meningkatkan iman dan tawakkal, serta mengharapkan ridha dan menerima ketentuan Allah SWT di tengah kondisi prihatin atas wabah Corona. (Baca juga: Waspada, 700.000 Orang Berpotensi Tertular Virus Corona)

Kendati begitu, tutur Kiai Said, masyatakat juga harus terus berikhtiar untuk melakukan sesuatu usaha agar terhindar dari mara bahaya. "Tidak boleh kita menyerah begitu saja. Jangan kamu celakakan dirimu sendiri. Mari kita berusaha. Ketika sakit kita berobat, ketika datang wabah kitapun harus berusaha," katanya.

Kiai Said lantas mencontohkan apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab Ra, ketika hendak bepergian ke Damaskus, dan di tengah perjalanan mendengar kabar di sana sedang ada wabah Tha'un Amwas maka Khalifah Umar segera kembali ke Madinah, mengurungkan perjalanannya ke Damaskus.

"Ketika ada yang tanya, 'kan ada takdir Allah SWT', Beliau menjawab 'kami menghindari dari takdir tertentu menuju ke takdir yang lain," tuturnya. (Baca juga: Darurat Corona, Masyarakat Harus Segera Diedukasi tentang COVID-19)

Dikatakan Said Aqil, saat itu wabah Tha'un Amwas telah memakan ribuan korban jiwa sahabat Nabi, termasuk figur penting Sayyidina Abu Ubaidillah bin Jarrah. Kiai Said pun memberikan nasihat ikhtiyar kita secara batin dengan membaca doa,
"Audzubikalimatillahi tammati minsyarima khalaq". Artinya: Aku berlindung kepada-Mu Ya Allah dengan kalimat-Mu yang sangat mulia dan sangat suci dari ciptaan-Mu yang negatif".

Selain itu, Kiai Said juga menyerukan untuk berdoa, "Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa hu was samii'ul 'aliim. Artinya: Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. "Itulah doa yang sering kita terima dari ulama-ulama lain, termasuk Qunut Nazilah," tuturnya.

Selain ikhtiar batin, Kiai Said juga menyerukan ikhtiar lahir dengan selalu menjaga pola hidup yang sehat, makan yang sehat, cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, serta mengurangi mobilitas, social distancing.

"Hindari kerumunan massal, hindari keramaian, cukup berada di rumah kecuali ada yang sangat mendesak baru keluar dari rumah. Kerja maupun belajar cukup di rumah untuk menghindari penyebaran penyakit Corona," tutupnya.
abdul rochim
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top