Cegah Penyebaran Corona, Ini Saran KPAI kepada Kemendikbud

Senin, 16 Maret 2020 - 15:57 WIB
Cegah Penyebaran Corona,...
Cegah Penyebaran Corona, Ini Saran KPAI kepada Kemendikbud
A A A
JAKARTA - Komisi Perlindugan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat instruksi meliburkan seluruh sekolah di Indonesia. Hal ini, kata Komisioner KPAI Retno Listiarty, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).

Apalagi, kata Retno bahwa Presiden Joko Widodo juga telah mengimbau untuk bekerja, belajar, dan ibadah di rumah. "Tentunya KPAI mendukung apa yang sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi untuk belajar dari rumah. Dan seharusnya Kemendikbud mengeluarkan instruksi berupa edaran untuk meliburkan dengan catatan anak tetap belajar di rumah dengan metode daring misalnya," katanya dalam keterangannya kepada SINDO, Senin (16/3/2020).

Retno mengatakan, dengan instruksi Kemendikbud untuk meliburkan sekolah, hal ini sebagai upaya melindungi anak Indonesia dari virus corona. "Namun saya agak kecewa dengan Kemendikbud jika semua diserahkan kepada daerah. Apalagi dalam pendidikan kita saat ini, ada lebih dari 79,5 juta anak yang bersekolah, artinya kita seharusnya memiliki sistem perlindungan untuk anak-anak ini."

"Jadi sebenarnya dengan libur ini Kemendikbud membantu upaya pemerintah. Dengan tetap bersekolah maka anak-anak, guru dan semua pihak sekolah juga bisa berpotensi terjadi penularan. Apalagi anak ini bersekolah selama berjam-jam di lingkungan sekolah. Kami berharap ada kebijakan dari Kemendikbud untuk melindugi anak Indonesia," tambah Retno.

Retno mengatakan bahwa potensi penularan di daerah juga sama besarnya seperti di Jakarta. "Walaupun kebanyakan penyebaran dari Jakarta, tapi potensi orang terkena di daerah juga besar. Mobilitas orang dari Jakarta juga sangat besar," jelasnya.

"Jadi ini kan sebenarnya libur 14 hari adalah upaya untuk memotong rantai penularan, ini akan berhasil jika orang akan tetap di rumah selama 14 hari termasuk juga anak-anak. Dalam 14 hari ini kan kita saling pantau, jika ada yang mengalami gejala COVID-19, maka kita bisa tangani karena tidak kontak dengan orang lain," tambah Retno.

Retno juga mengatakan, kebijakan untuk meliburkan sekolah ini seharusnya tidak lagi kewenangan daerah. "Tidak apa-apa Kemendikbud membuat edaran untuk sekolah libur. Artinya lebih bijak bagi kita adalah lebih baik mencegah daripada mengobati, dan daripada kewalahan seperti di Italia. Nah jangan sampai kita juga menyesal, jadi 14 hari ini penting."

Kegiatan belajar di rumah ini, kata Retno, bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi chatting seperti WhatsApp. "Jika suatu daerah sulit akses internetnya, maka bisa menggunakan cara bisa menggunakan aplikasi WhatsApp. Pasti guru-guru di sekolah ini punya group dengan siswanya. Jadi bisa untuk komunikasi antara guru dan murid. Selain itu, edukasi juga kepada orang tua juga penting untuk tidak mengajak anak-anak keluar rumah, ini mesti juga dicegah."
(zik)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Dewan Sarankan Kemendikbud...
Dewan Sarankan Kemendikbud Buka Sekolah Secara Bertahap
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved