Pemerintah Diminta Kaji Ulang Omnibus Law dan Pemindahan Ibu Kota

Selasa, 10 Maret 2020 - 20:17 WIB
Pemerintah Diminta Kaji...
Pemerintah Diminta Kaji Ulang Omnibus Law dan Pemindahan Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk lebih mengedepankan kebijakan yang dibutuhkan rakyat dan dunia usaha saat ini.

Menurut Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad, ekonomi nasional saat ini memerlukan perhatian ekstra untuk bisa menahan dampak dari resesi ekonomi global akibat wabah virus Corona yang terjadi di berbagai negara.

Menurut dia, saat ini negara membutuhkan anggaran besar untuk menangani korban virus Corona yang terus bertambah.

”Karena setiap hari terus bertambah, itu anggarannya butuh besar dan penanganan khusus. Karena itu, kita mendorong pemerintah untuk realistis mengedepankan kebijakan yang betul-betul prorakyat saat ini,” ujar Kamrussamad dalam diskusi Forum Legislasi bertema Perlukah UU Khusus Atasi Dampak Covid-19? di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dia mengatakan, agar pemerintah tidak menghadapi tekanan dari masyarakat khususnya kaum buruh, dirinya menyarankan agar omnibus law bisa dipertimbangkan kembali untuk dihentikan sementara sampai situasi betul-betul kondusif.

”Kedua, juga mengenai kebijakan yang memerlukan anggaran besar seperti pemindahan Ibu Kota juga bisa di-slow down sampai ekonomi kita bisa betul-betul terkendali,” urainya.

Menurut dia, pelambatan ekonomi saat ini memang dipicu wabah virus Corona yang episentrumnya berasal di China. Hal ini terjadi karena antarnegara maupun benua, termasuk antarpengusaha sekarang perdagangan menuju pada titik berhenti.

”Bisa kita bayangkan berapa banyak kunjungan wisatawan dari China. China adalah tiga besar kunjungan WNA ke Indonesia. China adalah PMA (penanaman modal asing) nomor dua di Indonesia terbesar. Kemudian ekspor- impor kita, dua besar baik ekspor maupun impor adalah China. Impor kita 29% dari China. Jadi itu semuanya memiliki dampak turunan secara ekonomi,” paparnya.

Akibatnya, di bidang pariwisata, misalnya, dengan mengendurnya kunjungan wisatawan asing, restoran, hotel, termasuk rental mobil mengalami kelesuan. ”Itu akan melahirkan pengangguran baru dan sangat berbahaya,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Penyidik Polri Bungkam...
Penyidik Polri Bungkam Usai Serahkan Berkas Penyidikan Febrie ke Kejagung
Febrie Adriansyah Hanya...
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal 20 Hari, Menteri Imipas: Masih Sementara
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 20262029 Resmi Ditetapkan
KAEF Siapkan Ekosistem...
KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved