Omnibus Law Jadi Polemik, Ketum ISNU Dorong Pemerintah Perbanyak Sosialisasi

Senin, 24 Februari 2020 - 16:04 WIB
Omnibus Law Jadi Polemik,...
Omnibus Law Jadi Polemik, Ketum ISNU Dorong Pemerintah Perbanyak Sosialisasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mendorong pemerintah melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat soal omnibus law. Rencana pemerintah menyederhanakan drastis berbagai regulasi melalui sebuah undang-undang yang mengatur suatu hal besar tersebut tidak boleh diputuskan tanpa melalui kajian yang matang dan mendalam.

"Sosialisasi ke masyarakat secara masif diperlukan sebelum omnibus law diundangkan. Masyarakat perlu tahu apa kelebihan dan kekurangan penyederhanaan berbagai regulasi tersebut," kata Ali Masykur Musa, Senin (24/2/2020).

Ali Masykur Musa mengapresiasi omnibus law sebagai upaya pemerintah untuk penguatan perekonomian Indonesia. Tapi, sebelum itu dibahas dan diberlakukan, dia menilai perlu sosialisasi secara intensif. Apalagi, sejauh ini gagasan omnibus law telah menimbulkan polemik di masyarakat. "Berbagai pandangan para pakar dan ahli perlu kita dengarkan sebelumnya omnibus law itu diberlakukan," tambahnya. (Baca juga: 9 Poin Kontroversial Omnibus Law Cipta Kerja Versi KSPI ).

Sebagai bentuk kontribusi untuk menghadirkan pandangan pakar dan ahli tersebut, Ali Masykur Musa melalui ISNU pun membuat Diskusi Panel Ahli (DPA) yang membahas omnibus law. Diskusi yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kelebihan dan kekurangan omnibus law itu akan digelar pada Selasa, 25 Februari 2020 di Gedung PBNU.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Faisal Basri (Ekonom), Ali Masykur Musa (Ketum PP ISNU), Montty Girianna (Deputi III Kemenko Perekonomian), M Kholid Syeirazi (Center for Energy Policy) dan Ristadi (Presiden KSPN). (Baca juga: Omnibus Law dan Kekerasan Struktural ).
(zik)
Berita Terkait
Undang-undang Cipta...
Undang-undang Cipta Kerja Harus Jamin Pacu Ekonomi
Giliran Para Akademisi...
Giliran Para Akademisi Menolak Omnibus Law Cipta Kerja
Empat Mukjizat Omnibus...
Empat 'Mukjizat' Omnibus Law Versi Bahlil
Presiden Jokowi Resmi...
Presiden Jokowi Resmi Teken Undang-undang Cipta Kerja
Menimbang Omnibus Law...
Menimbang Omnibus Law Cipta Kerja
UU Cipta Kerja Kembali...
UU Cipta Kerja Kembali Berubah di Istana Diakui Ketua Baleg DPR
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved