Impor Produk China Disetop, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga

Selasa, 04 Februari 2020 - 08:34 WIB
Impor Produk China Disetop,...
Impor Produk China Disetop, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga
A A A
JAKARTA - Langkah pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menghentikan sementara impor dari China guna mencegah penyeberan virus corona (2019-nCov) diapresiasi berbagai elemen, salah satunya dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Wakil Ketua Umum KNPI Nofel Saleh Hilabi mengatakan, terkait langkah tersebut, pemerintah didorong untuk menjaga kestabilan harga, khususnya menyangkut bahan pangan yang selama ini diimpor dari China, negara asal virus mematikan tersebut. (Baca juga: Percantik Kawasan Pesisir, Pemprov DKI Benahi Sejumlah Infrastruktur)

“Kami sangat mendukung langkah pemerintah untuk menyetop impor dari China. Seperti diketahui, penyebaran virus corona juga melalui makanan dan minuman. Semua pihak, khususnya importir harus mengerti bahwa kebijakan tersebut diambil terkait keamanan nasional dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona ke Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Selasa (4/2/2020).

Dia mengingatkan, dampak dari penghentian sementara impor makanan dan minuman sedikit banyak akan berpengaruh pada harga di pasaran karena stok yang sebelumnya melimpah akan berkurang. Salah satunya, bawang putih yang hingga kini masih menjadi komoditas yang diimpor dari China.

Guna mengatasi lonjakan drastis harga pangan akibat dampak virus corona, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian (Kementan) didorong aktif turun memastikan ketersediaan pangan, dan menjaga kestabilan harga. “Kemendag dan Kementan memiliki tantangan berat terkait kebijakan penghentian impor dari China. Kedua instansi ini harus aktif menjaga kestabilan harga dengan sidak,” ujar Nofel.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus memikirkan opsi lain pemenuhan stok pangan seperti bawang putih bila status stop impor dari Cina berjangka waktu lama. ”Membidik impor negara lain yang terbebas dari virus corona misalnya. Harus ada antisipasi dilakukan pemerintah agar tidak ada gejolak di masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, kata dia, peran Satgas Pangan yang terdiri atas berbagai unsur termasuk Polri sebagai penegak hukum harus aktif pula mengantisipsi adanya permainan kotor, baik berupa penimbunan atau penyelundupan pangan dari China. “Harus diantisipasi pula dampak lanjutan dari penghentian impor dari China. Satgas Pangan harus menindak pelaku penimbunan ataupun penyelundupan pangan dari negara lain, khususnya China,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Kalung Anti Corona,...
Kalung Anti Corona, Peneliti: Minyak Eucalyptus Berpotensi Menetralisir Virus
KNPI Minta Pemerintah...
KNPI Minta Pemerintah Naikkan Alokasi Belanja di Bidang Pertanian
Kementan Menampik Klaim...
Kementan Menampik Klaim Kalung Buatannya sebagai Antivirus Corona
Di Tengah Wabah Corona,...
Di Tengah Wabah Corona, Produksi Padi Purwakarta Surplus 12.000 Ton
Kalung Anti Corona,...
Kalung Anti Corona, Politikus PKS: Jangan Cari Kesempatan dalam Kesempitan
Gandeng IDI Kembangkan...
Gandeng IDI Kembangkan Anti Virus, Mentan Punya 300 Profesor-Peneliti Kompeten
Berita Terkini
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved