Fethullah Gulen Bicara Soal Erdogan dan Hitler

Kamis, 30 Januari 2020 - 19:01 WIB
Fethullah Gulen Bicara...
Fethullah Gulen Bicara Soal Erdogan dan Hitler
A A A
JAKARTA - Ulama kharismatik dan paling berpengaruh di Turki, Fethullah Gulen, menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan akan berakhir dengan buruk.

Erdogan yang membatasi kebebasan berpendapat warganya akan jatuh seperti yang dialami pemimpin Nazi Adolf Hitler atau Josep Stalin di Rusia.

"Akhir dari semua tiran narsis sudah selesai, seperti Hitler atau Stalin. Erdogan akan mengalami nasib yang sama," ujar Gulen seperti dikutip media utama Jerman, Die Welt, Kamis (30/1/2020).

Fethullah Gulen, yang menetap di Amerika Serikat menyebutkan, Pemimpin AKP dan juga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, akan mengalami nasib yang sama seperti rezim-rezim itu.

Ulama berusia 78 tahun ini lantas menggambarkan kebijakan Erdogan didasari atas kecemburuan, kebencian dan balas dendam. Paranoia itu yang saat ini memandu berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah Turki.

"Bahkan orang-orang yang namanya sama dengan keluarga saya dipenjarakan," ujarnya, menjawab pertanyaan wartawan Alain Jourdain, yang menanyakan “Mengapa Erdogan sangat membencinya? padahal Gulen pernah menjadi sekutunya.

Gulen juga mengkritik keras kebijakan Timur Tengah yang saat ini diambil Ankara. Menurutnya, apa yang dilakukan rezim Erdogan saat ini, untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin baru dunia Islam, namun itu dinilai akan gagal karena kontradiktif.

"Dia ingin mencitrakan diri untuk menjadi pemimpin baru dunia Muslim, tetapi dia akan gagal karena politiknya yang kontradiktif. Misalnya, dia mendukung perkembangan yang menciptakan konflik di antara Muslim Sunni Timur Tengah di Libya," sambungnya.

Gulen juga menerangkan adanya perbedaan cara pandang dunia antara dirinya dengan Erdogan. Misalnya, terkait masalah Kurdi, ketika mantan Presiden Turgut Ozal menjadi perdana menteri, ia menyelesaikan sebagian masalah ini dengan memasukkan orang Kurdi, sosial demokrat, dan menteri dari berbagai sektor politik.

"Saya pikir lebih banyak kebebasan harus diberikan dan bahwa pembebasan orang Kurdi di sekolah adalah benar. Ini membutuhkan kondisi yang lebih terkelola. Jika suatu hari nanti akan ada reformasi, saya akan menyarankan mengambil Konstitusi AS, yang memberi warga lebih banyak kebebasan," lanjutnya.

Kebijakan Turki di Suriah juga mendapat dikritiknya. Dukungan Turki atas konflik di Suriah, telah menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa dan jutaan lainnya mengungsi dari kediamannya.

"Salah satu mantan menterinya bertanya kepada saya apa jalan keluar dari krisis Suriah. Saya mengatakan bahwa kesepakatan harus dicapai untuk mencapai demokrasi langkah demi langkah," tuturnya.

Namun, Erdogan telah mengambil peran negatif di sini karena dia mendukung kelompok-kelompok tertentu, lanjutnya. Dengan kondisi seperti itu bagaimana mungkin Erdogan dapat mengambil posisi dalam upaya untuk menjadi pemimpin komunitas Islam di dunia, tetapi campur tangan dalam konflik di kalangan Sunni?.

"Karenanya, Ia akan semakin tenggelam dalam kontradiksinya sendiri. Seperti dalam kasus Hitler dan Stalin, semua tiran narsis berakhir dengan buruk. Pemerintahan mereka menghasilkan kemarahan. Dia akan menjalani nasib yang sama dengan mereka," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Turki Peringati Lima...
Turki Peringati Lima Tahun Peristiwa Kudeta Gagal
Dituduh Kudeta Erdogan,...
Dituduh Kudeta Erdogan, Turki Perintahkan Tahan 304 Personel Militer
Endus Upaya Kudeta Turki,...
Endus Upaya Kudeta Turki, Erdogan Gelar Rapat Darurat
Menteri Turki Sebut...
Menteri Turki Sebut AS di Balik Kudeta Gagal 2016
Turki Kecam Upaya Kudeta...
Turki Kecam Upaya Kudeta di Armenia
7 Negara yang Berhasil...
7 Negara yang Berhasil Melakukan Kudeta Militer
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved