Respons Mahfud MD Terkait SBY Buka Suara Soal Kasus Jiwasraya
Selasa, 28 Januari 2020 - 19:56 WIB
Respons Mahfud MD Terkait SBY Buka Suara Soal Kasus Jiwasraya
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menanggapi 'dingin' terkait pernyataan Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kasus Jiwasraya.
(Baca juga: SBY Beberkan Kasus Jiwasraya: Kebenaran Akan Datang, Lambat tapi Pasti)
SBY dalam paparannya di dalam artikel berjudul 'penyelesaian kasus Jiwasraya akan selamatkan negara dari krisis yang lebih besar' itu mendorong agar kasus tersebut segera dituntaskan.
Mahfud pun menilai, dorongan dari pemerintah jauh lebih kuat. "Saya kira dorongan kita lebih kuat daripada dorongan Pak SBY," singkat Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Diketahui, SBY mendadak menyampaikan pandangan dan pikirannya mengenai kasus Jiwasraya. Pandangan tersebut ditulis SBY lewat artikel panjang.
Beberapa pokok pikiran Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu antara lain pihaknya menghendaki agar kasus tersebut dibahas melalui Panitia khusus (Pansus). Namun partai koalisi pemerintahan dianggap lebih memilih membentuk Panja.
Hal lainnya adalah SBY mengaku terkejut kasus tersebut yang belum apa-apa namun sudah mengaitkan atau bahkan disebutnya sudah membidik beberapa pihak seperti, mantan Menteri BUMN Rini Sumarno, Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. SBY mengaku percaya ketiganya orang-orang yang berkompeten.
(Baca juga: SBY Beberkan Kasus Jiwasraya: Kebenaran Akan Datang, Lambat tapi Pasti)
SBY dalam paparannya di dalam artikel berjudul 'penyelesaian kasus Jiwasraya akan selamatkan negara dari krisis yang lebih besar' itu mendorong agar kasus tersebut segera dituntaskan.
Mahfud pun menilai, dorongan dari pemerintah jauh lebih kuat. "Saya kira dorongan kita lebih kuat daripada dorongan Pak SBY," singkat Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Diketahui, SBY mendadak menyampaikan pandangan dan pikirannya mengenai kasus Jiwasraya. Pandangan tersebut ditulis SBY lewat artikel panjang.
Beberapa pokok pikiran Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu antara lain pihaknya menghendaki agar kasus tersebut dibahas melalui Panitia khusus (Pansus). Namun partai koalisi pemerintahan dianggap lebih memilih membentuk Panja.
Hal lainnya adalah SBY mengaku terkejut kasus tersebut yang belum apa-apa namun sudah mengaitkan atau bahkan disebutnya sudah membidik beberapa pihak seperti, mantan Menteri BUMN Rini Sumarno, Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. SBY mengaku percaya ketiganya orang-orang yang berkompeten.
(maf)