Komisioner KPU Terjaring OTT, KPK Didesak Ungkap Keterlibatan Pihak Lain

Sabtu, 11 Januari 2020 - 14:48 WIB
Komisioner KPU Terjaring...
Komisioner KPU Terjaring OTT, KPK Didesak Ungkap Keterlibatan Pihak Lain
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad meminta KPK untuk terus mengungkap dan menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Menurut dia, KPK harus berani mengungkapkan siapa pihak-pihak lain yang terlibat. Tidak hanya itu, beberapa tempat yang gagal di geledah misal Kantor DPP PDIP pada Kamis (9/1) kemarin, harus segea digeladah agar KPK tidak dianggap blunder.

"Jadi kalau hanya berhenti di sini saja, maka orang menjadi tidak percaya dengan KPK. Itu artinya blunder. Kecuali habis ini, kemudian KPK secara sungguh-sungguh memanggil orang-orang, nama-nama yang diduga terlibat dalam perkara tersebut," ujar Suparji dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network, bertajuk KPK UU Baru, Komisioner Baru, Gebrakan Baru, di Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Tak hanya itu, nama-nama yang sempat disangkutpautkan dalam kasus ini seperti Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto segera dipanggil KPK agar tidak terjadi fitnah.

"Misalnya yang paling banyak disebut adalah Sekjen DPP PDIP. Supaya tidak terjadi fitnah, supaya tidak berbagai macam spekulasi, lebih baik dipanggil untuk melakukan klarifikasi. Kalau memang tidak clear. Tapi kalau ada unsurnya, harus ada pertanggung jawaban," jelasnya.

Dalam proses hukum ada unsur kepastian hukum. Maka demi kepastian hukum dan mencegah terjadinya fitnah perlu ada kejelasan terhadap nama-nama yang disebut dalam perkara tersebut.Suparji berharap KPK dapat bergerak cepat untuk menyelesaikan kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu. Karena jika dibiarkan lama, maka sama saja seperti kasus besar lainnya yang dianggap terbengkalai.

"Bagaimana kita ingat kasus century, e KTP, BLBI, Pelindo ramai diawal, senyap di belakang, gaduh di depan tapi kemudian pada akhirnya enggak ada kejelasan. Karena pihak-pihak yang dikaitkan di situ sama sekali tidak terungkap secara nyata. Ada unsur-unsurnya, enggak ada pertanggung jawaban. Jadi poin saya adalah pertaruhan besar bagi KPK karena sudah melangkah kalau sampai tidak berhasil mengungkap yang sebenarnya maka akan muncul ketidakpercayaan," tuturnya.
(cip)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved