Kapolri: Jumlah Kejahatan Sepanjang 2019 Menurun Dibanding 2018
Sabtu, 28 Desember 2019 - 20:31 WIB
Kapolri: Jumlah Kejahatan Sepanjang 2019 Menurun Dibanding 2018
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkapkan bahwa total kejahatan pada 2019 menurun hingga 19,3% atau 53.360 kasus dibandingkan 2018. Hal itu disampaikan Idham dalam acara jumpa pers akhir tahun di Auditorium PTIK, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019).
"Jumlah kejahatan yang dilaporkan pada 2019 (CT) menurun 53.360 kasus atau 19,3% bila dibanding tahun 2018," ujar Idham dalam sambutannya.
Idham juga menambahkan bahwa adanya peningkatan perkara yang diselesaikan Polri tahun ini hingga 3,97% dibandingkan 2018. Sementara, kejahatan konvensional dari laporan yang diterima Polri menurun 10,5%.
"Penyelesaian perkara (CC) pada 2019 menurun 26.205 kasus atau 14,4% namun clearance rate-nya meningkat 3,97%," jelasnya.
"Kejahatan paling dominan yang dilaporkan 2019 adalah kejahatan konvensional yaitu 202.292 kasus 90,9% dari seluruh kejahatan diikuti kejahatan transnasional yaitu 36.219 kasus atau 16,2%," tambahnya.
Idham juga menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap kasus besar dan cukup menonjol pada 2019 ini. Perkara itu yakni terkait pembunuhan ayah dan anak yang jasadnya dibakar oleh ibu tiri sekaligus suaminya di Sukabumi.
"Beberapa kasus yang berhasil diungkap Polri selama 2019, mungkin rekan-rekan media masih ingat ada kasus pembunuhan suami dan anak di Lebak Bulus dengan menangkap 7 tersangka. Waktu itu pelaku ditangkap di Sukabumi," ujarnya.
Selain itu, Polri, kata Idham, juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK).
"Kemarin kasus penyerangan terhadap pegawai KPK atas nama Novel Baswedan dengan mengamankan dan menetapkan dua tersangka yang berinisial RB dan RM yang sampai saat ini masih proses penyidikan oleh tim teknis Bareskrim dan Polda Metro Jaya," tuturnya.
"Jumlah kejahatan yang dilaporkan pada 2019 (CT) menurun 53.360 kasus atau 19,3% bila dibanding tahun 2018," ujar Idham dalam sambutannya.
Idham juga menambahkan bahwa adanya peningkatan perkara yang diselesaikan Polri tahun ini hingga 3,97% dibandingkan 2018. Sementara, kejahatan konvensional dari laporan yang diterima Polri menurun 10,5%.
"Penyelesaian perkara (CC) pada 2019 menurun 26.205 kasus atau 14,4% namun clearance rate-nya meningkat 3,97%," jelasnya.
"Kejahatan paling dominan yang dilaporkan 2019 adalah kejahatan konvensional yaitu 202.292 kasus 90,9% dari seluruh kejahatan diikuti kejahatan transnasional yaitu 36.219 kasus atau 16,2%," tambahnya.
Idham juga menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap kasus besar dan cukup menonjol pada 2019 ini. Perkara itu yakni terkait pembunuhan ayah dan anak yang jasadnya dibakar oleh ibu tiri sekaligus suaminya di Sukabumi.
"Beberapa kasus yang berhasil diungkap Polri selama 2019, mungkin rekan-rekan media masih ingat ada kasus pembunuhan suami dan anak di Lebak Bulus dengan menangkap 7 tersangka. Waktu itu pelaku ditangkap di Sukabumi," ujarnya.
Selain itu, Polri, kata Idham, juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK).
"Kemarin kasus penyerangan terhadap pegawai KPK atas nama Novel Baswedan dengan mengamankan dan menetapkan dua tersangka yang berinisial RB dan RM yang sampai saat ini masih proses penyidikan oleh tim teknis Bareskrim dan Polda Metro Jaya," tuturnya.
(pur)