Fadli Zon Sebut Dana Desa Tak Banyak Kurangi Angka Kemiskinan

Jum'at, 27 Desember 2019 - 16:12 WIB
Fadli Zon Sebut Dana...
Fadli Zon Sebut Dana Desa Tak Banyak Kurangi Angka Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyebutkan bahwa perguliran Dana Desa dalam empat tahun terakhir tidak berimbas banyak terhadap pengurangan angka kemiskinan dan ketimpangan di perdesaan.

”Sebelum ada Dana Desa, Pemerintah mampu menurunkan jumlah penduduk miskin di perdesaan rata-rata sebesar 3,1 persen per tahun. Namun, sesudah ada Dana Desa, penurunan jumlah penduduk miskin di perdesaan dalam empat tahun terakhir ternyata hanya sebesar 2,7 persen saja per tahun,” ujarnya dalam catatan akhir tahun bidang ekonomi 2019 dengan tema Hadapi Resesi, Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Prioritas Pembangunan, Jumat (27/12/2019).

Menurutnya, penurunan tingkat kesejahteraan di desa juga bisa dilihat dari penurunan tingkat upah buruh. Pada September 2019, tingkat upah buruh petani riil adalah sebesar Rp38.278 per hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan angka pada 2013 lalu yang mencapai Rp39.618 per hari. ”Ini tentu saja ironis. Sesudah enam tahun, tingkat upah buruh di perdesaan justru mengalami penurunan,” urainya.

Hal ini, kata Fadli Zon, terjadi karena seluruh sumber daya, termasuk Dana Desa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, bukan membangun sektor produksi yang berhubungan langsung dengan daya beli masyarakat. ”Dari pengelolaan Dana Desa kita melihat potret nyata kegagalan Pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan. Tak semestinya kepentingan jangka pendek yaitu memperbaiki daya beli untuk menghidupkan efek pengganda, diabaikan demi kepentingan jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur fisik,” paparnya.

Menurutnya, Pemerintah seharusnya menyadari kemampuan keuangan mereka sebenarnya terbatas. Apalagi, realisasi penerimaan pajak terus mengalami penurunan. ”Hal ini tentu akan berdampak pada pelebaran defisit dan menurunnya kemampuan Pemerintah dalam menstimulus perekonomian,” katanya.

Sebagai gambaran, saat ini defisit anggaran terhadap PDB sudah mencapai 2,3%, padahal target defisit APBN 2019 hanya 1,84% terhadap PDB. Jika Pemerintah tidak bisa merasionalkan agenda prioritas pembangunan, risikonya adalah jumlah utang akan terus membengkak.
Padahal, saat ini pembayaran bunga utang telah memberikan tekanan yang besar bagi APBN kita.

“Porsinya juga terus-menerus meningkat. Tahun lalu, porsi pembayaran bunga utang ada di angka 16,41 persen. Tahun ini, angkanya meningkat menjadi 16,88 persen. Peningkatan porsi pembayaran bunga utang ini telah membuat ruang gerak Pemerintah kian terbatas,” paparnya.
(pur)
Berita Terkait
Tuntut Cabut PMK 81,...
Tuntut Cabut PMK 81, APDESI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Desa Mallari Bone Jadi...
Desa Mallari Bone Jadi Pertama Salurkan BLT Dana Desa di Sulsel
Diduga Korupsi DD dan...
Diduga Korupsi DD dan ADD, Oknum Kades di Lampung Utara Ditahan Polisi
Ratusan Warga Demo Minta...
Ratusan Warga Demo Minta Pemdes Transparan Kelola Dana Desa
Prabowo Singgung Masalah...
Prabowo Singgung Masalah Dana Desa Tak Tersalurkan dengan Baik 1 Dekade Terakhir
Korupsi Dana Desa, Mantan...
Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Pedataran Dipenjara 5 Tahun
Berita Terkini
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Infografis
Ukraina Tak Miliki Banyak...
Ukraina Tak Miliki Banyak Pilot yang Bisa Terbangkan F-16
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved