Soal Kasus Uighur, MPR: Tak Mungkin NU dan Muhammadiyah Bisa Dibeli

Jum'at, 13 Desember 2019 - 19:11 WIB
Soal Kasus Uighur, MPR:...
Soal Kasus Uighur, MPR: Tak Mungkin NU dan Muhammadiyah Bisa Dibeli
A A A
JAKARTA - Laporan the Wall Street Journal (WSJ) yang ditulis Rabu (11/12), memaparkan China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu.

Saat itu, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding China menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan, laporan media asing tidak boleh serta merta dipercayai. Apalagi, media Barat juga disebutnya tidak lepas dari kepentingan tertentu. ”Kita tak boleh berdasarkan, katakanlah laporan media Barat yang juga punya interes tertentu, kemudian kita mengamini begitu saja. Saya kira gak seperti itu,” kata Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Arsul yang juga Sekjen PPP ini mengatakan, dirinya baru saja kembali dari Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti International Democrat Union (IDU). Dalam forum tersebut, kata Arsul, juga dibahas hal-hal yang terkait kasus-kasus hak asasi manusia (HAM) termasuk dalam kasus Uighur.

”Tentu apa yang menjadi pandangan media Amerika Serikat atau partai di Kongres, Republik dan Demokrat, apakah kemudian benar seperti itu realitasnya dan bagaimana negara lain menyikapinya kan tergantung informasi masing-masing,” katanya.

Namun, Arsul meyakini bahwa tidak mungkin organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah bisa ”dibeli” oleh pihak asing hanya demi kepentingan mereka semata. ”Kalau kasus Uighur, lebih bagus ditanyakan kepada NU dan Muhammadiyah karena mereka sudah pernah diundang ke sana. Saya kira gak mungkin organisasi sebesar NU dan Muhammadiyah, kemudian bisa dibeli untuk kemudian tutup mata dan sebagainya, gak mungkin lah seperti itu,” tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
ICC Tolak Investigasi...
ICC Tolak Investigasi Penindasan China Terhadap Muslim Uighur
Langka, Israel Kecam...
Langka, Israel Kecam Penindasan China terhadap Muslim Uighur
Bungkam Soal Penindasan...
Bungkam Soal Penindasan Muslim Uighur, OKI Dituding Bersekongkol dengan China
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Suarakan Solidaritas,...
Suarakan Solidaritas, OIC Youth Indonesia Gelar Seminar soal Uighur
Tanpa Alasan Jelas,...
Tanpa Alasan Jelas, China Hukum Ilmuwan Uighur Penjara Seumur Hidup
Berita Terkini
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved