DIPA Kemensos Tahun 2020 Rp62,7 Triliun, 92, 5 Persen untuk Belanja Bansos

Jum'at, 15 November 2019 - 09:38 WIB
DIPA Kemensos Tahun...
DIPA Kemensos Tahun 2020 Rp62,7 Triliun, 92, 5 Persen untuk Belanja Bansos
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan Daftar Isian Penyerahan Anggaran (DIPA) kepada 87 kementerian/lembaga yang secara simbolik diserahkan kepada 12 Menteri/Pimpinan Lembaga, salah satunya kepada Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

DIPA Kemensos tahun anggaran 2020 sebesar Rp62,7 triliun dengan postur alokasi anggaran, belanja bantuan sosial Rp58,1 triliun (92,55 persen), belanja modal Rp274,28 miliar (0.44 persen), belanja barang Rp3,89 triliun (6,21 persen) dan belanja pegawai Rp508,74 miliar (0,81 persen).

Dengan demikian terdapat kenaikan sebesar Rp3,84 triliun (7,07%) dari anggaran tahun 2019 sebesar Rp58,9 triliun.

Sebagian besar alokasi anggaran diperuntukan untuk bansos program prioritas nasional yaitu PKH untuk 10 juta KPM sebesar Rp30,946 triliun dan bantuan sembako murah untuk 15,6 juta KPM sebesar Rp28,08 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L) secepatnya merealisasikan belanja modal setelah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA Tahun Anggaran 2020).

Presiden Jokowi mengatakan, bulan Januari adalah waktu paling ideal untuk memulai proyek, sehingga pembangunan dapat selesai pada bulan Agustus atau September. “Segera, segera setelah ini adakan lelang. Bulan Januari sudah dilakukan pekerjaan. Jangan menunggu-nunggu. Sudah! Ini perintah,” kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Presiden mengatakan, seluruh pimpinan K/L dan pemangku kepentingan di negeri ini harus melakukan perubahan, khususnya perubahan pola berpikir (mindset). Menurut Presiden, selama ini proses tender dilakukan hingga menjelang berakhirnya tahun anggaran. Saat ini, kata Presiden Jokowi, pola itu harus diubah total.

Mindset kita, pola lama harus kita tinggalkan. Mulai secepatnya belanja, terutama belanja modal bagi DIPA yang sudah diserahkan,” kata Presiden Jokowi. Ia mengatakan, langkah cepat harus dilakukan mengingat kondisi ekonomi global yang tidak pasti akibat perlambatan pertumbuhan dan perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat melawan Tiongkok.

Presiden Jokowi mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga telah mengingatkan bahwa untuk tahun 2020, banyak tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, instrumen APBN menjadi instrumen yang sangat vital dan harus dipergunakan secara efektif dan bertanggung jawab oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Ibu Menteri Keuangan telah menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan ekonomi menghantui nyaris semua negara. Sehingga diharapkan fiskal kita, belanja APBN bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi seawal mungkin,” kata Presiden Jokowi.

Dalam pelaksanaan program dan anggaran, kata Presiden, jangan hanya orientasi pada sent (pengiriman/penyaluran) tapi harus berorientasi pada delivery (diterima). “Belanjanya harus betul-betul diterima dan dirasakan langsung masyarakat. Oleh karena itu realisasinya tidak hanya bagus,programnya bagus, tapi rakyat harus merasakan,” kata Presiden.

Presiden juga menekan pentingnya kerja tim. Presiden meminta menghilangkan ego sektoral dan ego daerah. Sebagai contoh, pembangunan kawasan destinasi wisata seperti Mandalika adalah kerja tim.

“Bangun kerja bersama. Seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun jalan/infrastruktur. Kementerian Perhubungan menyediakan transpotasi. Gubernur dan bupati/wali kota membebaskan masalah tanah/lahannya,” kata Presiden.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan, DIPA dan DATKDD merupakan dokumen APBN yang menjadi acuan bagi seluruh pejabat negara. "(Acuan ini) dalam melaksanakan seluruh program pembangunan pemerintah dalam rangka wujudkan visi misi Presiden dan Wapres, yakni Indonesia Maju," kata Sri Mulyani.
(alf)
Berita Terkait
Kinerja Kemensos Dinilai...
Kinerja Kemensos Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Benar
Hari Pahlawan, Kemensos...
Hari Pahlawan, Kemensos Silaturahmi dan Beri Tunjangan Kehormatan
Peluncuran Program Pejuang...
Peluncuran Program Pejuang Muda Kemensos
Kemensos Dinilai Mampu...
Kemensos Dinilai Mampu Bekerja dengan Baik di Tengah Pandemi
Dikurung Selama 12 Tahun,...
Dikurung Selama 12 Tahun, Perempuan ODGJ di Indramayu Dapat Perhatian Kemensos
Gedung Kementerian Sosial...
Gedung Kementerian Sosial di Salemba Raya Terbakar
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved