IPW Curiga Aksi Teroris di Medan untuk Permalukan Kapolri

Kamis, 14 November 2019 - 12:22 WIB
IPW Curiga Aksi Teroris...
IPW Curiga Aksi Teroris di Medan untuk Permalukan Kapolri
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, teror bom di Mapolrestabes Medan menunjukkan sel-sel terorisme masih hidup subur di Indonesia meski Densus 88 terus melakukan penangkapan dan pembersihan sarang terorisme.

Para teroris dikatakan Neta tetap mencari celah melakukan serangan."Serangan bom di Polresta Medan bisa dinilai sebagai upaya kalangan teroris mempermalukan Kapolri idam Azis yang baru dilantik sebagai Kapolri mengingat Idham tokoh penting dalam Densus 88," ujar Neta kepada SINDOnews, Kamis (14/11/2019). (Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Menyamar Jadi Pemohon SKCK )

Menurut dia, kasus teror tersebut sekaligus menunjukkan Polri dalam sistem deteksi dininya masih lemah, baik dari jajaran Densus 88 maupun dari intelijen kepolisian dan Bareskrim.

Padahal, lanjut Neta, selama ini jajaran kepolisian selalu mengatakan sasaran terorisme saat ini sudah meluas dan polisi dijadikan sasaran utamanya, tapi kenapa polri lengah dan masih kebobolan.

"Melihat pola serangan di medan, tidak ada kata lain Polri tak boleh lengah untuk terus menerus meningkatkan deteksi dininya," tuturnya.

Apalagi, kata dia, selama ini Polri sangat agresif memburu para teroris dan para teroris menganggap jajaran polri penghambat utama dari gerakan perjuangan mereka. Jika polri lengah, wajar kalangan teroris bermanuver mencari celah dengan modus modus baru.

Selain itu, tambahnya, penggunaan ojek online merupakan modus baru dalam sistem serangan terorisme di Indonesia. Polri juga harus mencermatinya serius, apakah korban itu benar-benar pelaku bom bunuh diri dalam serangan di Polrestabes Medan ataukah dia merupakan korban yang diperalat jaringan terorisme.

"Dalam artian, jaringan terorisme menyewa ojek online untuk membawa penumpang dan barang (bom-red) ke Polrestabes Medan dan begitu tiba di lokasi, bom yang dibawa diledakkan dengan sistem remote control dari jarak jauh. Fenomena ini patut dicermati Polri," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Diduga Persaingan Bisnis,...
Diduga Persaingan Bisnis, Rumah Pria di Medan Dilempar Molotov
100 Sekolah Ditutup...
100 Sekolah Ditutup dan Ribuan Siswa Sudah Dievakuasi, Ternyata Ancaman Bomnya Palsu
Warga Digegerkan Penemuan...
Warga Digegerkan Penemuan Tas Diduga Berisi Bom dalam Masjid
Lima Bom Surat Dikirim...
Lima Bom Surat Dikirim ke Sejumlah Target di Spanyol, Termasuk Perdana Menteri
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved