Mahasiswa Orasi Soal Kabinet Baru di Gedung KPK, Ini Tuntutan yang Disampaikan

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 20:06 WIB
Mahasiswa Orasi Soal...
Mahasiswa Orasi Soal Kabinet Baru di Gedung KPK, Ini Tuntutan yang Disampaikan
A A A
JAKARTA - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Lawan Plutokrasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (18/10) siang. Mereka mendesak komisi anti rasuah itu untuk memeriksa Erick Thohir dalam kasus dugaan royalty fee pada acara Asian Games 2018.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Andra menduga Erick Thohir menerima royalty fee dari para sponsor. Ia mengungkapkan, dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan penyimpangan administrasi pada kegiatan Asian Games 2018 yakni berupa peraturan Barang Milik Negara (BMN) pada Kemenpora.

Salah satunya, lanjut Andra, persediaan yang berasal dari sponsorship Value-in-Kind (VIK) berupa barang elektronik sebesar Rp3,35 miliar diserahkan langsung oleh pihak sponsor kepada personel Inasgoc tanpa melalui proses verifikasi Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan tidak dicatat secara konsisten.

"Melihat hasil temuan BPK tersebut, patut diduga dana tersebut mengalir kepada Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Asian Games 2018 sebagai ‘Royalty Fee’ dari para sponsorship," ujar Andra.

Tak hanya itu, massa juga menduga Erick Thohir terlibat dalam kasus korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 pada periode 2016-2017. Hal ini, menurut Andra, diperkuat dengan diperiksanya Erick oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi atas 3 tersangka yakni Sekretaris Jenderal KOI Doddy Iswandi, Bendahara KOI Anjas Rivai, dan Ikhwan Agus selaku penyedia jasa kegiatan.

"Akibat kasus tersebut, diduga kerugian negara mencapai Rp10 miliar atau hampir 50 persen dari nilai proyek yang dianggarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yakni sebesar Rp27 miliar," ujarnya.

Oleh karena itu, para mahasiswa meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencoret nama Erick Thohir sebagai calon menteri di Kabinet Kerja jilid II. Sebab hal ini akan merusak kredibilitas Presiden Jokowi yang telah berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.

"Selain itu juga dapat merusak semangat reformasi birokrasi untuk mendorong pemerintahan bersih dan bebas dari korupsi," tegas Andra.
(pur)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Mundur dari KPK, Ini...
Mundur dari KPK, Ini Aktivitas Keseharian Febri Diansyah (Part 1)
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved