SNCI Ingatkan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Masalah Radikalisme Jadi Tantangan Serius

Selasa, 15 Oktober 2019 - 23:16 WIB
SNCI Ingatkan Kabinet...
SNCI Ingatkan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Masalah Radikalisme Jadi Tantangan Serius
A A A
JAKARTA - Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin diperkirakan akan menghadapi tantangan serius persoalan radikalisme dan ekonomi.

Hal itu menjadi kesimpulan kajian Lembaga independen Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) yang disampaikan dalam siaran pada Selasa (15/10/2019).

Ketua Umum SNCI Suryo Atmanto, tantangan radikalisme dan ekonomi akan lebih kuat dibandingkan periode pertama pemerintahan Jokowi.

"Kami memperkirakan kurun waktu 2019-2024 Indonesia menghadapi tantangan yang lebih serius dibanding 2014-2019. Tantangan tersebut adalah ekonomi dan radikalisme," ujar Suryo dalam keterangan persnya.

Dalam persoalan radikalisme menurut survei yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2017, sebanyak 39 persen mahasiswa di 15 provinsi tertarik dengan faham radikalisme.

Sedangkan Laporan Global Terrorism Index (GTI) 2018, menempatkan Indonesia pada posisi ke-42 dari 138 negara.

"Posisi Indonesia cukup rawan. Sebagai perbandingan dengan Irak dan Afghanistan berada di posisi satu dan dua, sedangkan Somalia posisi lima, Filipina yang dipengaruhi oleh konflik Mindanao berada di posisi 10," ujarnya.

SCNI berpendapat bahwa kedudukan BNPT perlu ditingkatkan menjadi semacam Badan Keamanan Nasional Indonesia (BKNI).

Sementara di sektor ekonomi, Suryo mengatakan, Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami defisit ganda, yakni defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan disertai rendahnya pertumbuhan ekonomi yang secara kumulatif akan membentuk krisis ekonomi merayap.

Menurut dia, 16 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pada periode 2014-2019 tidak mampu menahan terjadinya double deficit dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
(vhs)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved