Heli MI24 Jatuh, Kontingen Garuda Lakukan Penghancuran Bahan Peledak

Selasa, 01 Oktober 2019 - 01:49 WIB
Heli MI24 Jatuh, Kontingen...
Heli MI24 Jatuh, Kontingen Garuda Lakukan Penghancuran Bahan Peledak
A A A
JAKARTA - Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) Satgas Kompi Zeni Kontingen Garuda XXXVII-F / Minusca CAR (Multidimensional Stabilizational Mission in Central Africa Republic) melakukan deteksi dan disposal (penghancuran) sisa bahan peledak di lokasi jatuhnya heli jenis MI 24 milik negara Senegal di Bouar Aerodrome, Republik Afrika Tengah.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Kizi Kongan XXXVII-F Mayor Czi Irsad Wilyanto dalam keterangan tertulisnya di Afrika Tengah, Minggu, 29 September 2019.

Dikatakannya, heli jenis MI 24 Heli jenis MI 24 berangkat dari daerah Bouar untuk misi SOF/CAR dalam rangka mendukung kegiatan BANSF LOW OP ANVIL, pada saat ingin kembali ke camp heli tidak bisa mendarat di bandara Bouar karena kabut asap sangat tebal.

“Ditambah lagi hilang kontak antara pilot dengan tower navigasi udara, akhirnya pilot memutuskan mendarat darurat di dekat bandara Bouar Aerodrome sehingga terjadi kecelakaan”, ungkapnya.

Setelah menerima emergency call dari Head Quarters dalam hal ini bagian UN Engineer, Komandan Satgas Kompi Zeni TNI XXXVII-F Minusca Letkol Czi Irsad Wilyarto segera mengirimkan satu tim EOD Zeni yang berjumlah lima orang dipimpin Kapten Czi Yonart Pragolo untuk diterbangkan ke tempat kejadian dengan menggunakan pesawat United Nations jenis RA 74044.
Heli MI24 Jatuh, Kontingen Garuda Lakukan Penghancuran Bahan Peledak

“Kami kirimkan tim melalui Bandara M'poko Bangui guna memastikan keamanan bagi tim evakuasi medis di tempat kejadian maupun warga setempat, “ ujarnya.

Ditambahkannya, setelah sampai dilokasi pada pukul 12.40 waktu setempat, team EOD melakukan deteksi UXO atau bahan peledak aktif. Hasilnya ditemukan, tiga hulu ledak, lima roket, satu peluncur roket dan 138 butir peluru kaliber 12 mm.

“Tim terkendala tidak adanya detonator maka proses disposal tidak bisa dilakukan, sesuai prosedur penanganan EOD maka UXO harus ditimbun agar tidak membahayan. Selama proses penanganan yang dilakukan oleh tim tidak ada kendala dan hambatan di lapangan,“ katanya.
(cip)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved