Indonesia Diharapkan Bisa Wujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan

Rabu, 18 September 2019 - 09:19 WIB
Indonesia Diharapkan...
Indonesia Diharapkan Bisa Wujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan
A A A
JAKARTA - Masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di kurun waktu sisa lima tahun periode pertama berakhir, dinilai memberikan positif terhadap urusan pangan dan pertanian nasional.

Menurut Wempy, di masa lima tahun terakhir pemerintahan Jokowi, ada skala pembahasan urusan pangan yang berubah tingkatannya. Dari fokus ketahanan, swasembada, dan kini sedang menyiapkan kedaulatan pangan.

Wempy berpendapat, misalnya antara makna ketahanan dan kedaulatan pangan itu memiliki perbedaan mendasar. Untuk ketahanan, bagaimana stok pangan Indonesia tersedia, meskipun harus terus impor.

"Sedangkan menyangkut kedaulatan pangan, bagaimana supaya Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dengan produksi sendiri. Tanpa impor, tidak lagi memerlukan impor," ujar Direktur Eksekutif Nation and Character Building Institute, Wempy Hadir, Selasa (17/9/2019).

Wempy menuturkan, semua tingkatan hal urusan pangan tersebut dalam sisa waktu lima tahun berakhirnya periode pertama, memang berubah strategi dan pelaksanaannya.

Dapat diartikan di masa pemerintahan Jokowi periode pertama, amat memahami kelas-kelas peningkatan masalah pangan. Sehingga amat salah menilai, jika masa pemerintahan sekarang, belum memberikan hasil yang baik di bidang pangan.

"Bahkan tidak hanya bicara di tempat saja dengan isu-isu yang sama, namun di masa pemerintahan Jokowi periode pertama ini, soal pangan ada peningkatan pembahasan, jadi enggak monoton," jelasnya.

Wempy mengatakan, Presiden Jokowi cukup tegas menginstruksikan ke kabinetnya terkait pangan agar bekerja fokus untuk peningkatan. Instruksi Jokowi itu, ucap Wempy, mampu diterapkan dengan baik.

"Banyak kebijakan di bidang pangan yang tampak mendukung tahap peningkatannya. Misalnya infrastruktur pertanian, stabilisasi harga pangan, modernisasi, ketersediaan," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved