DPR Desak Pemerintah Segera Atasi Kebakaran Hutan di Riau

Rabu, 11 September 2019 - 23:51 WIB
DPR Desak Pemerintah...
DPR Desak Pemerintah Segera Atasi Kebakaran Hutan di Riau
A A A
JAKARTA - Kalangan DPR mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan instansi terkait untuk segera menyelsaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Riau.

Apalagi, dampak karhutla telah mengganggu dan dikeluhkan negara lain seperti Malaysia.

Anggota Komisi VII DPR Abdul Kadir Karding juga mendorong KLHK dan pihak-pihak terkait agar terus melakukan langkah-langkah untuk memadamkan atau memperkecil bahkan menyelesaikan kasus karhutla di Riau.

”Karena selain itu menjadi riskan bagi keberadaan ekosistem lingkungan, karhutla ini juga berbahaya bagi masyarakat dan tidak baik dari sisi (hubungan-red) terutama dengan negara tetangga seperti Malaysia,” tutur politikus PKB ini.

Karena itu, Karding meminta segala upaya harus dilakukan untuk melakukan pemadaman. Di sisi lain, pemerintah juga harus melakukan penegakan hukum jika ternyata karhutla yang terjadi bukan semata-mata karena terik panas di musim kemarau, tapi karena adanya oknum yang memicu kebakaran.

”Harus ada penegakan hukum karena beberapa kasus (karhutla) yang lama kan enggak murni karena faktor alam saja. Jadi harus dilakukan secara komprehensif. Saya kira mafianya harus segera diberantas, diurai dan kita berharap pihak kepolisian melakukan identifikasi segera dan menyelesaikan mereka tanpa pandang bulu,” tuturnya.

Rencananya, Kamis 12 September 2019 besok, Komisi VII DPR juga akan melakukan rapat dengar pendapat dengan KLHK. Salah satu yang akan dibahas mengenai kasus karhutla yang terjadi di Riau.

Senada dengan Karding, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, Pemerintah Indonesia harus segera mengatasi kebakaran dan kepulan asap yang telah menyebar hingga ke Malaysia.

”Kita harus terus berusaha untuk segera mengatasi kepulan asap ini. Enggak ada cara yang lain,” tuturnya.

Kharis masih meyakini kepulan asap yang menyebar hingga ke Malaysia tidak sampai mengganggu hubungan baik kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Bahkan, sebagai bentuk hubungan baik itu, Malaysia telah menawarkan bantuan untuk ikut serta melakukan pemadaman kebakaran di Riau. ”Insya Allah enggak sampai mengganggu hubungan baik. Tapi intinya harus ada respons cepat. Jelas kalau ada tentangga yang terganghu karena asap dari negara kita maka kita harus segera diatasi, nggak ad acara lain. Mudah-mudahan enggak mengganggu,” kata politikus PKS ini.
(dam)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Infografis
Kebakaran Baru di Los...
Kebakaran Baru di Los Angeles, Trump Justru Ancam Hentikan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved