DPR Sebut Pembatasan Internet di Papua untuk Membendung Hoaks

Selasa, 03 September 2019 - 18:52 WIB
DPR Sebut Pembatasan...
DPR Sebut Pembatasan Internet di Papua untuk Membendung Hoaks
A A A
JAKARTA - Pembatasan akses internet di Papua dan Papua Barat oleh pemerintah masih menjadi perdebatan di sejumlah kalangan. Banyak pihak menilai bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan HAM karena warga Papua juga berhak mendapatkan akses internet.

Anggota Komisi I DPR, Andreas Hugo Pareira menilai bahwa pembatasan itu diperlukan karena lebih banyak hoaks yang beredar ketimbang informasi yang bermanfaat. Dan lagi, ini sifatnya hanya temporer dan negara berhak melakukan itu.

“Saya kira itu juga dalam rangka untuk membendung. Karena, dari pantauan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), dari sekian banyak info yang beredar lebih banyak yang tidak benarnya dari pada benarnya. Jadi kan itu untuk sementara, bukan untuk permanen. Sifatnya temporer. Untuk mengatasi masalah, negara punya otoritas membendung sementara,” ujar Andreas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Terkait dengan kinerja jurnalis yang ikut terhambat, menurut Politikus PDIP itu, pembatasan ini sifatnya hanya sementara. Menurutnya ada tujuan yang lebih penting yakni, untuk keamanan dan kedaulatan negara.

“Untuk hal yang lebih besar, untuk keamanan, jauh lebih penting itu. Ini sifatnya temporer. Untuk kepentingan kedaulatan itu lebih tinggi nilainya,” tegasnya.

Terkait penanganan Papua, Andreas melihat bahwa faktanya banyak masyarakat Indonesia yang menganggap orang Papua sebagai orang lain dan itu bukan salah pemerintah. Karena, itu persoalan sosial di mana orang yang berkulit hitam dan berambut kriting itu masih dianggap bukan orang Indonesia.

“Saya kira ini persoalan lebih ke persoalan sosial. Nah ini yang bagaimana masalah ini jangan sampai internasional,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Berita Terkini
Menghormati Putusan,...
Menghormati Putusan, Mengawal Keadilan: Membaca Kasus Andrie Yunus dari Perspektif Hukum, Politik, dan Militer
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Hakim Sebut Andrie Yunus...
Hakim Sebut Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Pernah Hadiri Sidang
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved