Aksi di Depan Istana, Barisan Aktivis Timur Coret Referendrum Papua
Kamis, 29 Agustus 2019 - 20:54 WIB
Aksi di Depan Istana, Barisan Aktivis Timur Coret Referendrum Papua
A
A
A
JAKARTA - Ratusan massa tergabung dalam Barisan Aktivis Timur (BAT), Melanesia, melakukan aksi coret atau menghapus tulisan Referendum dengan 'Save NKRI, #Cinta Papua' saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Dalam aksinya, mereka sangat mengecam pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana dan mengimbau kepada semua pihak khususnya masyarakat Papua untuk mewaspadai penyusup yang ingin memancing di air keruh dan sengaja memecah belah bangsa.
"Masyarakat Melanesia khususnya masyarakat Papua, mari bergandengan tangan cegah perpecahan di tanah Papua, bumi Cenderawasih," tegas Koordinator Aksi BAT Priskolin Mare.
Priskolin juga mengajak semua anak bangsa untuk ikut mendinginkan suasana dan menghilangkan ego kepentingan pribadi dan kelompok demi kepentingan negara. "Mari jaga persatuan dan kesatuan. Dari Sabang sampai Merauke kita semua bersaudara. Papua adalah Kita, Kita adalah Papua, NKRI harga mati," ujarnya.
Di tempat yang sama, mahasiswa Papua Barat yang berada di Jakarta Wilson juga mengingatkan kepada masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi pihak asing maupun kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa. "Kami cinta Merah Putih. Damai di bumi Papua damai Indonesiaku," sambung aktivis Melanesia ini.
Dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Papua Adalah Kita” dan juga bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan mereka terhadap Merah Putih.
“Papua juga Indonesia, kita semua bersaudara, jauh maupun dekat jarak kita, hitam maupun putih kulit kita. Karena segala beda inilah, yang membuat kita menjadi Indonesia. Jangan ada rasis diantara kita, karena kita semua bersaudara," kata Wilson lagi. yan yusuf
Dalam aksinya, mereka sangat mengecam pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana dan mengimbau kepada semua pihak khususnya masyarakat Papua untuk mewaspadai penyusup yang ingin memancing di air keruh dan sengaja memecah belah bangsa.
"Masyarakat Melanesia khususnya masyarakat Papua, mari bergandengan tangan cegah perpecahan di tanah Papua, bumi Cenderawasih," tegas Koordinator Aksi BAT Priskolin Mare.
Priskolin juga mengajak semua anak bangsa untuk ikut mendinginkan suasana dan menghilangkan ego kepentingan pribadi dan kelompok demi kepentingan negara. "Mari jaga persatuan dan kesatuan. Dari Sabang sampai Merauke kita semua bersaudara. Papua adalah Kita, Kita adalah Papua, NKRI harga mati," ujarnya.
Di tempat yang sama, mahasiswa Papua Barat yang berada di Jakarta Wilson juga mengingatkan kepada masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi pihak asing maupun kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa. "Kami cinta Merah Putih. Damai di bumi Papua damai Indonesiaku," sambung aktivis Melanesia ini.
Dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Papua Adalah Kita” dan juga bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan mereka terhadap Merah Putih.
“Papua juga Indonesia, kita semua bersaudara, jauh maupun dekat jarak kita, hitam maupun putih kulit kita. Karena segala beda inilah, yang membuat kita menjadi Indonesia. Jangan ada rasis diantara kita, karena kita semua bersaudara," kata Wilson lagi. yan yusuf
(cip)