Pansel Capim KPK Diharapkan Tak Terpengaruh oleh Kritikan
Selasa, 27 Agustus 2019 - 22:08 WIB
Pansel Capim KPK Diharapkan Tak Terpengaruh oleh Kritikan
A
A
A
JAKARTA - Kritikan yang dilontarkan Koalisi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Panitia Seleksi (Pansel), direspons oleh anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu.
Masinton menduga, kritik yang disampaikan Koalisi karena calon yang kebetulan mereka dukung tidak lolos seleksi, sehingga membuat tudingan yang tidak berdasar.
"Menurut saya ada motif interest, karena saya berpandangan calon yang diusung teman koalisi mungkin tidak lolos dalam panitia seleksi," kata Masinton, Selasa (27/8/2019).
(Baca juga: Didesak Lakukan Evaluasi, Istana Tak Mau Intervensi Pansel Capim KPK)
Untuk itu, Politikus PDI Perjuangan ini berharap, Pansel Capim KPK tak terpengaruh dengan kritik tersebut. Ia meminta kritik itu cukup menjadi suplemen dalam bekerja. "Pansel bekerja saja seperti tugasnya, santai saja," katanya.
Selain itu, Masinton juga mengatakan agar koalisi masyarakat sipil tak perlu khawatir dengan Pansel Capim KPK, karena seleksi akhir berada di tangan komisi III DPR.
Dia tidak ingin ada pandangan miring terkait latar belakang capim KPK dalam seleksi. "Tidak perlu mendikotomikan polisi atau nonpolisi, jaksa atau nonjaksa. Lagipula bila empat polisi lolos seleksi, tidak mungkin empat-empatnya jadi pimpinan," ujarnya.
Sebelumnya, sindiran tajam dilontarkan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2017-2021 Mohammad Tsani Annafari. Di menyebut ada capim yang lolos di 20 besar memiliki rekam jejak yang kelam dan pernah melakukan pelanggaran etik. Tsani bahkan, mengancam mundur bila calon yang memiliki rekam jejak kelam itu lolos menjadi pimpinan.
Kritik dan ancaman Tsani itu menuai respons Pansel KPK. Menurut anggota Pansel KPK, Hendardi, Tsani tak perlu mengancam mundur. Kata Hendardi bila ingin mundur, sebaiknya Tsani mundur saja. Hendardi juga meminta agar Tsani tak mendikte Pansel Capim KPK.
Masinton menduga, kritik yang disampaikan Koalisi karena calon yang kebetulan mereka dukung tidak lolos seleksi, sehingga membuat tudingan yang tidak berdasar.
"Menurut saya ada motif interest, karena saya berpandangan calon yang diusung teman koalisi mungkin tidak lolos dalam panitia seleksi," kata Masinton, Selasa (27/8/2019).
(Baca juga: Didesak Lakukan Evaluasi, Istana Tak Mau Intervensi Pansel Capim KPK)
Untuk itu, Politikus PDI Perjuangan ini berharap, Pansel Capim KPK tak terpengaruh dengan kritik tersebut. Ia meminta kritik itu cukup menjadi suplemen dalam bekerja. "Pansel bekerja saja seperti tugasnya, santai saja," katanya.
Selain itu, Masinton juga mengatakan agar koalisi masyarakat sipil tak perlu khawatir dengan Pansel Capim KPK, karena seleksi akhir berada di tangan komisi III DPR.
Dia tidak ingin ada pandangan miring terkait latar belakang capim KPK dalam seleksi. "Tidak perlu mendikotomikan polisi atau nonpolisi, jaksa atau nonjaksa. Lagipula bila empat polisi lolos seleksi, tidak mungkin empat-empatnya jadi pimpinan," ujarnya.
Sebelumnya, sindiran tajam dilontarkan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2017-2021 Mohammad Tsani Annafari. Di menyebut ada capim yang lolos di 20 besar memiliki rekam jejak yang kelam dan pernah melakukan pelanggaran etik. Tsani bahkan, mengancam mundur bila calon yang memiliki rekam jejak kelam itu lolos menjadi pimpinan.
Kritik dan ancaman Tsani itu menuai respons Pansel KPK. Menurut anggota Pansel KPK, Hendardi, Tsani tak perlu mengancam mundur. Kata Hendardi bila ingin mundur, sebaiknya Tsani mundur saja. Hendardi juga meminta agar Tsani tak mendikte Pansel Capim KPK.
(maf)