Soal Papua, Mahfud MD Minta Kedepankan Pendekatan Persuasif

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 18:15 WIB
Soal Papua, Mahfud MD...
Soal Papua, Mahfud MD Minta Kedepankan Pendekatan Persuasif
A A A
JAKARTA - Inisiator Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menyerukan semua pihak, mulai aparat penegak hukum, pemerintah, para tokoh adat, termasuk tokoh-tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengedepankan pendekatan dialog yang konstruktif dan persuasif dalam menyelesaikan kekerasan di Papua.

”Kekerasan supaya dihentikan, tindak kekerasan yang meresahkan masyarakat, dan melumpuhkan kegiatan-kegiatan apa namanya ekonomi masyarakat, kegiatan sehari-hari masyarakat yang di beberapa daerah itu terganggu supaya dihentikan melalui persuasi dan dialog yang konstruktif,” tutur Mahfud dalam jumpa pers soal Papua yang digelar Gerakan Suluh Kebangsaan di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Nantinya, setelah suasananya tenang dan kerusuhan terhenti, tindakan selanjutnya adalah menyisir akar masalahnya dengan melakukan penegakan hukum. ”Penegakan hukum itu tidak bisa dihindarkan kepada siapa saja. Pertama tentu kepada apa namanya pelaku pemicu-pemicu yang menimbulkan sentimen rasis, pemicu pernyataan perbuatannya menimbulkan sentimen rasis karena itu tidak boleh,” urainya.

Dikatakan Mahfud, Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. ”Papua adalah saudara kita. Papua adalah Tanah Air kita juga, bagian dari Tanah Air Indonesia. Oleh sebab itu, harus mendapat perlakuan yang sama dan pelayanan yang sama dari pemerintah,” katanya.

Dikatakan Mahfud, selama ini pemerintah sudah berusaha untuk mempertahankan Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia. ”Mulai dari Presiden Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, juga Gus Dur. Pak Gus Dur misalnya memberikan penghargaan yang begitu diterima oleh orang-orang Papua, tentang simbol-simbol tentang nama Irian menjadi Papua, simbol-simbol bendera sebagai bendera budaya,” paparnya.

Pendekatan dialog yang dilakukan oleh Gus Dur kala itu, menurut Mahfud juga sangat bagus. Kemudian saat ini Presiden Jokowi yang melakukan pendekatan dengan membangun infrastruktur juga dinilai sangat bagus untuk kemajuan Papua.

“Pak Jokowi itu menganggap Papua itu sebagai bagian dari kita, bukan soal Pemilu. Itu persaudaraan, ikatan kebangsaan kita begitu kuatnya, sehingga tanpa dipersoalkan berapa jumlah suaranya Papua, dibangun dengan begitu penuh perhatian oleh pemerintah sekarang. Tapi tentu tidak semuanya berjalan baik, ada segi-segi psikologis, ada segi-segi sosiologis yang mungkin perlu dibenahi ke depan,” urainya.
(pur)
Berita Terkait
Belajar dari AS, Jangan...
Belajar dari AS, Jangan Jadikan Papua Komoditas Politik Rasisme
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Perang Saudara di Beoga...
Perang Saudara di Beoga Papua Berakhir, Proses Dijaga Ketat TPNPB-OPM
Wamena Papua Kembali...
Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka
Kodam XVII/Cenderawasih...
Kodam XVII/Cenderawasih Pastikan Penyidikan Oknum Prajurit TNI Pelaku Penganiayaann Terus Jalan
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Berita Terkini
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved