Sejumlah Perubahan Kehidupan Generasi Milenial di Era 4.0

loading...
Sejumlah Perubahan Kehidupan Generasi Milenial di Era 4.0
Sejumlah Perubahan Kehidupan Generasi Milenial di Era 4.0
A+ A-
JAKARTA - Hampir semua generasi milenial di kota-kota besar mengalami masa transisi dari kebiasaan konvensional ke perilaku digital. Hal ini membuat transformasi kehidupan sosial milenial sangat dekat dengan teknologi.

Ada sejumlah perubahan yang terjadi dalam perilaku generasi milenial. Salah satunya dalam penggunaan uang elektronik di Indonesia. Kepraktisannya membuat milenial yang lebih melek dengan teknologi merasa termudahkan urusannya.

Bahkan semenjak pemerintah memberlakukan seluruh pembayaran tol menggunakan e-money, uang elektronik ini mulai popular di Indonesia. Selain digunakan untuk tol dan alat pembayaran transportasi umum, e-money juga bisa digunakan untuk membayar tagihan parkir dan makanan. Tempat melakukan top up emoney punk mulai menjamur di mana- mana.

Saat ini hapir seluruh bank besar di indoensia mempunyai layanan e-money, Mandiri dengan e-money, BRI lewat Brizzi, BNI dengan Tapcash, BCA dengan Flazz dan layanan terbaru milik beberapa BUMN Indonesia, LinkAja.
Sejumlah Perubahan Kehidupan Generasi Milenial di Era 4.0

Pemerintah Indonesia sebenarnya pernah melakukan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai yang dikampanyekan pada tahun 2014 lalu yang bertujuan untuk membawa masyarakat Indonesia menjadi cashless society.



Penggunaan uang elektronik telah diakomodir oleh pemerintah lewat Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 20/6/PBI/2018 Tentang Uang Elektronik. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa uang elektronik adalah instrumen pembayaran yang memenuhi unsur nilai uang, meski disimpan secara elektronik dalam suatu media, seperti server atau chip.

Bank Indonesia menargetkan 75 persen penduduk Indonesia telah mempunyai rekening bank. Untuk mendorong tercapainya hal tersebut Bank Indonesia terus menambah agen lembaga keuangan digital yang saat ini telah tersebar di 489 kota dan kabupaten di Indonesia.

Dalam soal penetrasi keuangan, Indonesia sebenarnya masih tertinggal dari Kamboja (39 persen) dalam soal kepemilikan rekening di bank. Menurut data yang dikeluarkan oleh Financial Inclusion Index pada tahun 2014, hanya 36 persen penduduk Indonesia atau setara 90 juta penduduk dewasa yang mempunyai rekening di bank.



E-money berbasis kartu digunakan oleh masyarakat untuk transaksi non-tunai seperti tansaksi di gerbang tol, pembayaran transportasi umum dan pembayaran- pembayaran yang mewajibkan penggunaan e-money lainnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top