DPD RI Dukung Pulau Kalimantan Jadi Ibu Kota Baru

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 12:46 WIB
DPD RI Dukung Pulau...
DPD RI Dukung Pulau Kalimantan Jadi Ibu Kota Baru
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan mendapat dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

"Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan," ujar Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dalam pidatonya di sidang bersama DPD RI dan DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pria yang akrab disapa OSO ini menyatakan, DPD RI sebagai representasi daerah akan konsisten dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan fungsi pengawasan yang ada, kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi atas raperda dan perda sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD," kata Ketua Umum Partai Hanura ini.

Dia melanjutkan, DPD RI merasa perlu melakukan hal itu guna memastikan seluruh daerah yang ada tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kita juga patut gembira bahwa pemerintahan Presiden Jokowi telah Istiqomah dalam menjalankan visi dan misinya," kata wakil ketua MPR RI ini.

Dia menambahkan, BBM satu harga, pembangunan infrastruktur, hingga keberhasilannya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan hingga menjadi 9,66% pada 2018 adalah prestasi yang patut diapresiasi.

"Dengan prinsip desa maju, wong cilik gumuyu, kami juga mengapresiasi atas telah tersalurkannya anggaran dana desa hingga mencapai Rp257 triliun. Dan dengan keyakinan bahwa Indonesia akan maju jika daerah-daerahnya maju, maka kami mendorong agar dalam 5 tahun ke depan, alokasi dana desa tersebut dapat terus ditingkatkan," ungkapnya.

Termasuk, dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung perekonomian nasional.

'Di sisi lain yang perlu mendapat perhatian adalah pembentukan regulasi khusus terkait dengan pembangunan daerah kepulauan sebagai salah satu solusi dalam menghilangkan kesenjangan," katanya.
(cip)
Berita Terkait
Sidang Tahunan MPR Digelar...
Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Begini Susunan Acaranya
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
Sidang Tahunan Dikritik,...
Sidang Tahunan Dikritik, Presiden Dinilai Tak Bisa Wakili Yudikatif
Daftar 3 Anggota MPR...
Daftar 3 Anggota MPR Termuda, Salah Satunya Pemegang Dua Gelar Sarjana
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Sah! 732 Anggota MPR...
Sah! 732 Anggota MPR Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved