Ratusan Jamaah Haji Indonesia Ajukan Tanazul

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 07:00 WIB
Ratusan Jamaah Haji...
Ratusan Jamaah Haji Indonesia Ajukan Tanazul
A A A
MEKKAH - Ratusan jamaah haji Indonesia mengajukan tanazul menjelang kepulangan ke Tanah Air. Alasannya didominasi karena ada urusan kedinasan, sakit, dan keperluan keluarga.

Tanazul adalah mutasi kepulangan jamaah haji karena alasan tertentu. Bisa maju atau pun mundur dari jadwal semula. Mekanisme mutasi dimungkinkan pada 529 kloter yang ada dengan syarat tertentu.

Pertama, kondisi jamaah sakit yang mendesak dipulangkan ke Tanah Air. Kedua, jamaah yang terpisah dari keluarganya karena sakit di embarkasi, sehingga tertunda keberangkatannya kemudian di Tanah Suci disatukan dengan kloter.

Ketiga, pada saat jadwal keberangkatan visa belum terbit, kemudian jamaah tersebut diterbangkan dengan kloter berikutnya dan sampai di sini dimungkinkan kembali bergabung dengan kloternya. Keempat, karena urusan kedinasan mengharuskan pulang lebih cepat. Kelima, mengajukan pulang mundur karena mendampingi jamaah sakit yang belum bisa diterbangkan ke Tanah Air.

"Jumlah pengajuannya sudah cukup banyak, jumlahnya mencapai ratusan," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Subhan Cholid, kemarin.
Subhan tidak menyebut persis jumlahnya tapi lebih dari 200 orang, tapi kurang dari 500 jamaah haji.
Menurutnya, jamaah haji Indonesia yang mengajukan tanazul paling banyak karena alasan kedinasan. Sementara untuk jamaah sakit biasanya mendadak karena adanya catatan dari dokter atau rumah sakit yang menyatakan layak terbang untuk menghindari kambuh kembali.

Diterima atau tidaknya pengajuan tanazul, kata Subhan, tergantung dari ketersediaan tempat duduk (sheet) di kloter tujuan. Sebab, pada prinsipnya seluruh kursi di kloter telah penuh, tapi kemudian ada satu dua sheet kosong karena ada jamaah yang batal berangkat lantaran sakit atau meninggal dunia. Atau juga jumlah anggota kloter berkurang karena sakit atau wafat di Tanah Suci.

"Itulah yang bisa kita isi dengan jamaah yang mengajukan mutasi (tanazul)," ujar Subhan.

Subhan menegaskan bahwa prioritas tanazul akan diberikan kepada jamaah haji yang sakit. Namun, jika kemudian ada alasan lain dan kursi tersedia, maka tetap bisa disetujui. Khusus bagi yang mengajukan pemunduran pemulangan harus menanggung risiko terkait tempat menginap dan katering karena sudah tidak ditanggung PPIH.

Selain sakit dan urusan kedinasan, ada beberapa jamaah haji yang mengajukan tanazul karena keperluan keluarga, seperti menikah. Pernikahan itu tidak hanya menyangkut jamaah sendiri tapi juga pihak lain, keluarga besar dari pihak istri atau suami, sehingga mengharuskan dia pulang lebih awal.

"Setelah kita cek tidak ada sheet, kemudian mereka membeli tiket sendiri. Tanazul tapi tiket sendiri dan mengikhlaskan tiketnya," katanya.

Menurut Subhan, hal itu tidak masalah. Pihak muassasah akan memproses penyerahan paspornya setelah ada fotokopi tiket pesawat dan surat izin dari PPIH.

Sesungguhnya, secara umum jamaah menginginkan berangkat dan pulang dengan kloternya masing-masing. Sebab, naik haji buka semata perjalanan wisata. Jamaah yang berangkat haji memiliki upacara-upacara sendiri di daerah asal, sehingga jika tidak terpaksa, tidak ada alasan yang kuat, maka mereka tidak mengajukan tanazul.
Ratusan Jamaah Haji Indonesia Ajukan Tanazul

Kepala Daker Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Subhan Cholid. Foto/mch/Darmawan
(rhs)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Ada 2 Pertanyaan Dibenak...
Ada 2 Pertanyaan Dibenak Publik Muncul Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji 2020
Indonesia Masih Tunggu...
Indonesia Masih Tunggu Keputusan Saudi Soal Penyelenggaraan Haji
Pemerintah Batalkan...
Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020
Tak Berangkatkan Jamaah...
Tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020, Menteri Agama: Arab Saudi Tidak Membuka Akses
Belum Dapat Kepastian,...
Belum Dapat Kepastian, Kemenag Hentikan Persiapan Haji 2020 di Saudi
Berita Terkini
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved