Amirul Hajj Berharap Kemabruran Jamaah Haji Dibawa ke Tanah Air

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 18:01 WIB
Amirul Hajj Berharap...
Amirul Hajj Berharap Kemabruran Jamaah Haji Dibawa ke Tanah Air
A A A
MEKKAH - Menteri Agama (Menag) sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin mendoakan semua ibadah jamaah haji Indonesia mabrur. Menag berharap kemabruran itu dapat dirasakan oleh masyarakat ketika pulang ke Tanah Air.

Hal ini disampaikan Amirull Hajj saat dalam sambutan wukufnya di hadapan petugas dan jamaah haji di tenda masjid di kompleks Misi Haji Indonesia Arafah, Sabtu (10/8/2019) siang.

Menurutnya, dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah ditanya mengenai indikator dari kemabruran haji. "Rasul menjawab memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam," kata Amirul Hajj.

Dijelaskan, makan merupakan simbol dari kebutuhan pokok manusia. Itu berarti indikator pertama adalah seberapa besar kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan pokok sesama.

Adapun menebarkan salam memiliki pengertian bahwa kehadiran seorang muslim mampu menghadirkan kedamaian dan keamanan terhadap sesama.

"Wukuf diharapkan mampu menghadirkan eksistensi kita di tengah masyarakat. Kepedulian sosial dan memberikan jaminan rasa aman bagi kita semua," katanya.

Kepedulian sosial dan memberikan jaminan keamanan tidak hanya dilakukan kepada kelompoknya, tapi seluruh manusia, apapun suku, agama, dan rasnya. Sebab, Allah meniupkan ruh ke dalam janin yang ada di rahim. Itu artinya, ada bagian dari Allah dalam diri setiap manusia.

"Islam adalah agama yang sangat menitikberatkan pada kemanusiaan. Dan wukuf adalah medium kita mengenali diri kita sendiri, sehingga bisa mengenali Tuhan SWT," kata Amirul Hajj.

Hal yang sama juga disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam sambutan wukufnya. Menurutnya, dalam khutbah wukuf haji wada 1430 tahun lalu, Rasulullah bersabda, bahwa darah, harta, dan harga diri manusia terlindungi. Semua itu sama mulianya dengan hari ini, bulan ini, dan negara ini.

Semua manusia juga berasal dari Adam dan Hawa, dan tercipta dari debu dan tanah. Sehingga tidak ada etnis tertentu yang lebih mulai dibanding lainnya.

"Pidato ini menegaslan Islam sebagai agama persamaan, mengajarkan prinsip equil antarmanusia. Ini adalah khutbah humanisme, melewati batas-batas kesukuan dan sebagai penguatan bahwa Islam adalah agama persamaan," katanya.

Dubes juga mengajak jamaah haji Indonesia untuk mencintai Nabi Muhammad SAW dengan membaca pesan-pesan dan hadis-hadisnya.

"Manusia terbaik adalah orang bisa melupakan kebaikan-kebaikan masa lalu, mari di Arafah ini kita mengembalikan memori kita kepada kegagalan-kegagalan di masa lalu," katanya.
(pur)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved