Gerindra Sebut Indonesia Darurat Rentenir Online

Selasa, 30 Juli 2019 - 08:33 WIB
Gerindra Sebut Indonesia...
Gerindra Sebut Indonesia Darurat Rentenir Online
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra menyoroti banyaknya korban pinjaman online akibat perusahaan Financial Technology (Fintech) ilegal. Bahkan, ada korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena bunga pinjaman terus membengkak.

"Intinya, Indonesia darurat rentenir online," ujar Juru Bicara Partai Gerindra, Kawendra Lukistian kepada SINDOnews, Selasa (30/7/2019).

Dia mengatakan, maraknya Fintech ilegal belakangan ini sudah sangat meresahkan. ”Karena kita bisa lihat, kita bisa saksikan bersama, bagaimana setiap hari banyak jatuh korban. Ada yang berutang Rp5 juta dalam waktu dua bulan sekarang utangnya menjadi Rp70 juta," katanya.

Contoh lainnya, Yuliana Indriati, warga Solo, yang diiklankan rela digilir seharga Rp1,054 juta oleh perusahaan Fintech ilegal karena telat membayar sehari. "Artinya kan ini sudah sangat meresahkan sekali itu kan para pelaku bisnis Fintech yang ilegal ini," ungkapnya.

Bahkan, Zulfadli,35, sopir taksi nekat gantung diri karena bunga pinjaman terus membengkak. "Ini sungguh menyedihkan. Dan menurut saya, para pelaku bisnis Fintech ilegal ini yang menghalalkan segala cara ini sudah mengesampingkan perikemanusiaan dalam menjalankan bisnisnya," ujarnya.

Dia mengatakan, Partai Gerindra mendorong pemerintah menegakkan hukum terhadap fintech-fintech ilegal tersebut. "Jangan sampai rakyat semakin hari semakin terjerat oleh oknum-oknum fintech-fintech ilegal ini dan korban semakin banyak, tentu ini akan menyedihkan sekali," ungkapnya.

Dia menambahkan, yang meresahkan lagi adalah tawaran pinjaman online melalui SMS yang menyasar ke telepon-telepon seluler masyarakat. "Bahkan ada yang menawarkan dengan nominal yang luar biasa, pertanyaan ini mereka bisa dapat nomor kita darimana," tuturnya.

Dia menilai, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi begitu penting sebab, ini sangat menyengsarakan masyarakat. "Mudah-mudahan berharap sekali kepada teman-teman di parlemen bisa concern terhadap masalah ini. Kita tidak ingin semakin hari semakin bertambah korban dari fintech-fintech ilegal ini, semoga pemerintah bisa segera menyelesaikan semua ini," katanya.
(cip)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Pinjaman...
Pengungkapan Kasus Pinjaman Online di Bandung
Banyak Jadi korban,...
Banyak Jadi korban, Awas Jebakan Pinjaman Online Ilegal
Banyak Jadi korban,...
Banyak Jadi korban, Awas Jebakan Pinjaman Online Ilegal
Indah Kurnia Terus Edukasi...
Indah Kurnia Terus Edukasi Masyarakat Agar Tak Terjebak Pinjaman Online
Ditreskimsus Polda Metro...
Ditreskimsus Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading
Mabes Polri Ungkap Tindak...
Mabes Polri Ungkap Tindak Pidana Pinjaman Online Ilegal
Berita Terkini
PHK Massal dan Perlindungan...
PHK Massal dan Perlindungan Pekerja
8 jam yang lalu
Profil Mayjen TNI R...
Profil Mayjen TNI R Sidharta Wisnu Graha, Stafsus KSAD yang Dimutasi Jelang Lebaran 2025
8 jam yang lalu
Pratikno Silaturahmi...
Pratikno Silaturahmi Lebaran ke Jokowi: Tadi Cerita tentang Cucu-cucu
10 jam yang lalu
Kasih Palestina Salurkan...
Kasih Palestina Salurkan Bantuan Ramadan kepada 18.240 Warga Gaza dan Indonesia
10 jam yang lalu
Prabowo Unggah Momen...
Prabowo Unggah Momen Lebaran Bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo
12 jam yang lalu
Momen Open House Prabowo...
Momen Open House Prabowo bersama Pejabat di Istana Merdeka
12 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved